Masyarakat Harus Cerdas Memilih Media Siber

196
asosiasi media siber indonesia
Logo Asosiasi Media Siber Indonesia (Dok. Tribunnews.com)

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Seiring bertumbuhnya media online, masyarakat saat ini 60 persen mengakses informasi menggunakan perangkat mobile seperti media sosial dan berita online, media konvensional perlahan sudah ditinggalkan.

Pimpinan Redaksi Lensa Indonesia.com Arief Rahman dalam Dialog Ranah Publik Suara Muslim Radio Network hari ini (18/10) mengatakan, pertumbuhan media online di Indonesia sangat pesat, saat ini ada 47 ribu media siber, hal ini tentu berefek positif dan negatif.

-Advertisement-

“Perkembangan media siber sangat pesat dan bisa menjadi negatif dan positif. Positifnya masyarakat bisa lebih tercerahkan sedangkan negatifnya marak berita hoax yang beredar di masyarakat . Saat ini Dewan Pers berusaha ada organisasi media untuk membantu mereka memverifikasi media siber, yaitu Asosiasi Media Siber Indonesia serta Serikat Media Siber Indonesia”, ujar Arief.

Sementara Dosen Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura Surochiem Abdussalam yang dihubungi via telpon mengatakan, masyarakat saat ini belum matang secara literasi dan belum bisa memverifikasi media dan berita secara cerdas dan bijak.

“Pergerakan literasi masyarakat saat ini belum tahap pematangan, teknologi berkembang pesat tapi kemampuan masyarakat dalam literasi media masih dalam proses sehingga masyarakat belum menggunakan teknologi secara cerdas. Butuh partsipasi semua pihak yaitu negara melalui regulasi, masyarakat melalui kecerdasan bermedia dan lembaga lain yang bisa mendukung media dengan platform baru sehingga bisa memberikan dampak positif di masyarakat”, pungkas Surochiem.

Reporter: Adha Nia
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here