Memahami 13 Tanda-Tanda Awal Kehamilan

Suaramuslim.net – Terjadinya kehamilan merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu bagi pasangan yang sudah menikah. Entah itu yang baru saja menikah hingga yang sudah lama menikah. Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluarga. Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami istri memiliki tingkat kesuburan yang baik serta menandakan  bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan reproduksi yang berarti.

Hadirnya buah hati yang dinantikan dalam kehidupan keluarga membuat keluarga terasa semakin lengkap. Namun terkadang, seorang suami istri belum mengetahui secara baik mengenai tanda-tanda kehamilan yang di alami oleh istrinya. Bahkan mereka masih bingung membedakan antara tanda-tanda kehamilan dengan tanda-tanda akan datang menstruasi, karena banyak kasus yang terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan mirip dengan tanda-tanda akan datang bulan/menstruasi.

Ketidaktahuan mengenai tanda awal kehamilan tidak hanya dialami oleh pasangan yang baru merasakan kehamilan pertama. Namun juga, terjadi kepada pasangan yang sudah lama menikah atau yang sudah mengalami kehamilan kedua, ketiga dan seterusnya, karena setiap wanita mengalami tanda awal kehamilan yang berbeda-beda. Ketidaktahuan ini bisa menyebabkan terjadinya kasus keguguran. Pemicunya adalah aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, sedangkan ia tidak mengetahui kondisinya yang sedang hamil.

Efek lain yang ditimbulkan dari ketidaktahuan ini, dapat mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan. Sebaliknya, banyak kasus para keluarga mengalami stres karena tanda-tanda yang sudah dianggapnya sebagai tanda kehamilan, ternyata sesudah dilakukan beberapa kali uji test pack, menunjukkan hasil negatif.

Baca Juga :  Ketentuan Mahar dalam Islam

Banyak perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yakni terlambat menstruasi. Pada dasarnya tanda kehamilan dibagi menjadi 3 bagian diantaranya: 1. Tanda kehamilan yang tidak pasti, 2. Tanda kemungkinan kehamilan, dan 3. Tanda kehamilan yang pasti.

Kali ini kita akan bahas tanda-tanda kehamilan yang tidak pasti/umum.

Perubahan pada payudara

Setelah terjadi pembuahan, kadar hormon di dalam tubuh pun akan berubah. Salah satu akibatnya adalah terjadinya perubahan pada payudara. Payudara wanita yang hamil kemungkinan akan mengalami pembesaran, terasa lebih penuh, nyeri, dan menghitam di daerah sekitar areola.

Kram dan perdarahan

Wanita yang baru saja hamil terkadang mengalami kram pada bagian bawah perut. Kram yang dialami ini menyerupai kram ketika haid. Itu sebabnya, sebagian wanita tidak menyadari bahwa dirinya mulai hamil. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami pendarahan implantasi berupa bercak-bercak. Kondisi ini disebabkan oleh proses menempelnya sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim.

Morning sicknes

Sekitar 50% wanita yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini. Pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG, peningkatan kadar hormon HCG akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual.

Baca Juga :  Anak Bandel, Boarding School Saja?

Lebih sering buang air kecil

Perubahan saat hamil juga menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering ingin buang air kecil pada awal kehamilan, terutama pada malam hari. Pada tahap kehamilan selanjutnya, keinginan buang air kecil lebih sering disebabkan oleh pembesaran rahim yang menekan kantong kemih.

Pusing dan Sakit kepala

Sakit kepala termasuk salah satu gejala awal kehamilan yang kerap dirasakan wanita hamil. Kondisi ini dipicu oleh adanya perubahan hormon di dalam tubuh dan peningkatan tekanan darah karena bertambahnya jumlah darah selama hamil. Jenis sakit kepala yang sering dialami oleh wanita yang tengah hamil adalah sakit kepala ringan, tetapi sering.

Mengalami konstipasi atau sembelit

Gejala awal kehamilan juga bisa ditandai dengan munculnya konstipasi. Perubahan hormon ketika hamil menyebabkan kerja sistem pencernaan menjadi lebih lambat, sehingga membuat wanita hamil kerap mengalami konstipasi.

Merasa sangat lelah

Kelelahan yang tidak tertahankan dan sering tanpa sebab dapat menjadi gejala awal dari kehamilan. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh.

Hipersalivasi

Sering meludah, terjadi akibat pengaruh hormon estrogen, biasanya terjadi pada trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua.

Temperatur basal tubuh meningkat

Jika terjadi kehamilan maka suhu basal tubuh akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

Baca Juga :  Agar Cinta Bersemi Indah, dalam Sakinah nan Berkah

Amenorea

Kebanyakan wanita mencurigai dirinya hamil setelah menyadari haid yang tidak kunjung datang. Namun, jangan terkecoh, sebab banyak juga kelainan yang menyebabkan terhentinya siklus haid. Perubahan berat badan yang signifikan, konsumsi pil kontrasepsi, mengalami stres, dan perubahan hormon adalah beberapa alasan yang memungkinkan haid menjadi tidak teratur.

Mood swing

Mood swing atau perubahan suasana hati yang mendadak jelas akan terjadi di awal kehamilan akibat perubahan hormon. Perasaan jadi lebih sensitif dan tidak menentu.

Hilang nafsu makan atau malah mengidam

Saat hamil, kamu mungkin mendadak malah tidak menyukai beberapa makanan. Mengidam juga merupakan hal yang umum. Seperti kebanyakan gejala kehamilan yang lain, keinginan makan makanan tertentu ini mungkin berhubungan dengan perubahan hormon.

Sensitif terhadap aroma tertentu

Munculnya rasa mual karena sensitif terhadap aroma tertentu terjadi karena indera penciuman yang lebih tajam dari biasanya.

Jika kita telat datang bulan sekaligus merasakan beberapa gejala di atas, mungkin ini saatnya kita melakukan tes kehamilan di rumah, terutama jika kita tidak mencatat siklus menstruasi atau jika siklus menstruasi kita bervariasi dari satu bulan ke bulan yang lain. Jika hasil dari tes kehamilan yang kita lakukan di rumah adalah positif, berkonsultasilah dengan dokter. Semakin cepat kehamilan kita dipastikan, semakin cepat kita dapat mulai perawatan prenatal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here