Membedakan Infeksi Virus dan Bakteri
Ilustrasi masker medis dan virus corona. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – 1. Bakteri itu mahluk hidup lembut atau micro-organisme yang bisa berbiak sendiri menjadi berjuta, bermiliar dalam waktu relatif pendek di tempat yang cocok (bisa di dalam organ tertentu tubuh manusia) sesuai karakter bakterinya.

Masa atau periode waktu mulai masuknya bakteri ke tubuh lalu berbiak cepat sampai ke sejumlah besar tertentu dan merusak banyak sel sehingga organ terluka dan orangnya jatuh sakit disebut masa inkubasi.

Awal masuknya bakteri ke tubuh manusia tidak harus dalam jumlah banyak dan tidak juga harus berkali-kali masuk (pemaparan) untuk membuat orang jatuh sakit. Proses seperti itu disebut sebagai dose independent.

2. Virus itu beda dengan bakteri, bukan micro-organisme, hanya partikel DNA, suatu gugus molekul kimia yang tidak bisa berbiak sendiri.

Jika virus itu masuk ke tubuh dan karena karakternya sesuai dengan sel tertentu tubuh maka virus akan masuk/penetrasi ke dalam sel tubuh tersebut dan merusak selnya.

Virus bisa berbanyak atau berkembang mengikuti proses membelahnya sel itu, tidak bisa berbiak sendiri. Daya rusaknya juga tergantung berapa jumlah virus yang masuk ke tubuh dan berapa kali orang bisa terpapar virus tadi.

Proses ketergantungan pada jumlah virus yang masuk tubuh sehingga membuat sakit itu disebut sebagai dose dependent.

3. Tenaga kesehatan (nakes) yang menangani langsung pasien Covid-19 (suatu sumber penularan virus dengan kepadatan/densitas tinggi) memang berisiko besar kemasukan virus (terpapar).

Jumlah virus yang masuk (dosis virus) ke dirinya sekali kontak dengan pasien bisa relatif banyak, dan akan terjadi pengulangan/repeatable jika kontak dengan pasien berkali-kali.

Maka nakes tersebut benar-benar harus ekstra hati-hati. Jika nakes tadi menjadi OTG (orang sudah terinfeksi virus tapi tanpa gejala klinis) maka keluarga dekatnya termasuk istri-suami-anak harus waspada benar karena proses pemaparan virus pada keluarganya mengikuti pola yang sama.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) melaporkan Covid-19 banyak menyerang anak-anak dan dampak klinisnya bisa serius.

4. Tubuh manusia pada dasarnya mengandung banyak kuman/bakteri berbahaya/pathogen yang lagi tidur/silent tidak sedang berbiak karena terkendali kekebalan tubuh.

Namun sewaktu-waktu kuman tadi bisa aktif berbiak kembali jika kekebalan melemah oleh berbagai faktor seperti kelelahan berlebihan, infeksi virus, maupun reaksi alergi.

Oleh sebab itu kita tidak perlu tabu untuk memakai antibiotik jika ada infeksi virus yang memicu kambuh/ relapse nya bakteri pathogen yang sudah bersarang di dalam badan.

Surabaya, 1 Juni 2020
dr. Fuad Amsyari, MPH, Ph.D
Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.