Ilustrasi saling tunjuk. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Stereotipe yang seringkali muncul di masyarakat adalah, laki-laki kurang peka, tidak memahami perasaan wanita dan seakan tak acuh serta tak pernah paham dengan ‘kode’ yang diberikan perempuan. Tak jarang hal ini menjadi penyebab perselisihan kecil di dalam suatu hubungan. Namun apakah semua itu adalah hal yang benar dan akurat?

Beberapa jawabannya bisa kita temukan dalam peneliltian psikologis di bawah ini dirangkum oleh seorang psikolog Ronald E. Riggio, Ph.D. dari Psychology Today.

Apakah laki-laki tidak peka secara emosional?

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jenis kelamin dalam membaca eskpresi emosional seseorang. Perempuan jauh lebih peka daripada laki-laki dalam mengenali ekspresi wajah emosi orang lain. Inilah yang seringkali menyebabkan isyarat emosional yang ditunjukkan oleh pasangan atau individual lain mungkin tidak disadari atau bahkan sulit diterjemahkan laki-laki.

Beberapa laki-laki mungkin memang tidak peka. Namun penting menekankan bahwa tidak semua laki-laki seperti itu. Bahwa ini adalah perbedaan rata-rata kelompok, berarti ada juga laki-laki yang pandai menerjemahkan kode emosi dan ada pula wanita yang kesulitan dalam hal itu.

Tapi memang pada kenyatannya perempuan jauh lebih baik menerjemahkan eskpresi emosi dibanding laki-laki.

Apakah laki-laki kurang berempati?

Beberapa hal juga membuktikan bahwa perempuan lebih berempati daripada laki-laki. Ini masuk akal, karena langkah pertama untuk bersikap empati adalah mengenali keadaan emosi seseorang dan penelitian telah membuktikan bahwa laki-laki kurang dalam hal tersebut.

Tapi pada kenyataannya, empati bukan hanya tentang mengenali emosi orang lain, tetapi juga mengekspresikan simpati melalui ekspresi emosi seseorang. Penelitian lain menunjukkan bahwa laki-laki kurang berempati daripada perempuan. Terbukti bahwa laki-laki kurang ekspresif secara emosional daripada perempuan.

Jadi, laki-laki memang terlihat kurang berempati, meskipun dalam beberapa kasus, mereka mungkin tidak membaca keadaan emosional orang lain atau mungkin tidak merespons dengan empatik.

Mengapa laki-laki lebih banyak bicara daripada mendengarkan?

Meskipun ada stereotipe bahwa perempuan lebih banyak bicara, penelitian menunjukkan sebaliknya, bahwa laki-laki cenderung berbicara lebih banyak daripada perempuan. Hal ini dapat dibuktikan khususnya dalam mixed-sex groups, di mana laki-laki cenderung mendominasi perempuan.

Pria terkesan selalu mendominasi

Laki-laki memiliki kecenderungan untuk lebih dominan. Salah satu alasannya adalah mereka berbicara lebih banyak daripada perempuan. Secara tak disadari, hal tersebut membuat mereka seperti lebih bebas untuk mendominasi percakapan dan membuatnya gagal memahami perempuan. Ini membuat persepsi mengenai laki-laki yang kurang peka semakin tinggi.  

Lalu jika sudah mengetahui semua ini, apa yang harus dilakukan?

Bagi perempuan, cobalah untuk bersikap eksplisit. Jangan pernah berharap bahwa pasangan priamu akan bisa membaca ‘kode’ emosional kamu yang sangat halus dan tersirat. Nyatakanlah perasaanmu secara verbal maupun nonverbal. Sebaiknya kamu meminta langsung padanya, apa yang kamu inginkan darinya dan dari dirimu sendiri.

Bagi laki-laki, cobalah belajar melatih kepekaan terhadap ekspresi emosional, belajar menjadi pendengar yang baik dan tidak banyak menyela ketika sedang berbicara dengan pasangan perempuan.

Sumber: Muslimahdaily

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.