Mengapa Menu Sahur dan Buka Puasa Harus Makanan Halal dan Thayyib
Ilustrasi makanan thayyib untuk sahur dan buka puasa.

Suaramuslim.net – Puasa Ramadhan hukumnya wajib, Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah: 183, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya.” (Riwayat Ahmad dan An-Nasai).

Agar kita mendapatkan rahmat, keberkahan dan ampunan maka sangat disarankan memerhatikan apa-apa yang kita makan.

Alquran surat Al Baqarah 168 menyebutkan:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Berarti kita harus memperhatikan apa yang kita makan pada bulan Ramadhan ini. Pastikan saat sahur dan berbuka dengan makanan halal dan thayyib (baik untuk kesehatan).

Dari referensi kedokteran menyebutkan bahwa puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan beserta enzim dan hormon. Saat tidak berpuasa, enzim dan hormon tersebut biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus-menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa, organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.

Baca Juga :  Gethuk, Jajanan Tradisional Warisan Nenek Moyang

Puasa juga dapat meremajakan sel-sel tubuh. Saat puasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya. Oleh karenanya makanan yang masuk harus baik, dalam jumlah dan kualitasnya, tidak asal makanan. Jadi makanan yang masuk ke tubuh kita harus betul-betul halal dan bergizi.

Sangat disarankan berbuka dengan makanan yang kita buat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, yang halal dan thayyib. Kalau tidak sempat masak, disarankan membeli makanan di warung/restoran muslim yang tahu masalah halal dan thayyib. Sangat tidak disarankan membeli dari restoran/warung orang asing yang tidak jelas halal haramnya, apalagi dari makanan impor.

Semoga puasa kita tahun ini membawa rahmatan lil ‘alamin.*

Penulis: Dr Amin Widodo – Dosen ITS Surabaya

*Opini yang terkandung dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial suaramuslim.net.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here