Dua anak kecil bermain air. Foto: Pixabay.com

Suaramuslim.net – Kali ini Suaramuslim.net akan membahas tentang Organic Parenting yaitu pola asuh anak yang ramah lingkungan. Beberapa bunda pasti masih sedikit asing tentang organic parenting ini. Tahu kah pola asuh yang bunda dan pasangan pilih nantinya berperan penting bagi anak, lho. Tak hanya terhadap fisiknya, namun juga mental anak yang akan dibawa hingga ia dewasa nanti.

Salah satu tipe pengasuhan yang sedang digalakkan sekarang ini adalah organic parenting. Apakah itu?

Organik merupakan sebuah kata yang mewakilkan sebuah perkembangan bertahap atau alam. Di sisi lain, mengasuh anak adalah tindakan dan peran yang dilakukan seseorang sebagai ibu atau ayah. Dengan kata lain, organic parenting adalah pola asuh yang mendasar pada penyesuaian dan pengubahan gaya pengasuhan pada waktu, capaian dan pengalaman berbeda yang dimiliki anak-anak pada waktu tertentu.

Organik merupakan sebuah kata yang mewakilkan sebuah perkembangan bertahap atau alam. Di sisi lain, mengasuh anak adalah tindakan dan peran yang dilakukan seseorang sebagai ibu atau ayah. Dengan kata lain, organic parenting adalah pola asuh yang mendasar pada penyesuaian dan pengubahan gaya pengasuhan pada waktu, capaian dan pengalaman berbeda yang dimiliki anak-anak pada waktu tertentu.

Pola asuh seperti ini cenderung fleksibel dan disesuaikan dengan beragam faktor dan variabel yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya.

Ada beberapa prinsip yang bisa bunda pahami tentang organic parenting ini menurut Karen Ouse, M.A. O.I.X., psikoterapis pernikahan dan keluarga di California, AS yang dikutip dari parenting.co.id.

1. Kembali ke Alam

Karen menjelaskan bahwa prinsip organic parenting secara umum adalah kembali ke alam. Menurut Karen, di era modern ini, anak-anak membutuhkan pengelolaan kesehatan fisik, emosi, dan mental yang berbeda. Dan, salah satu cara untuk mengelolanya adalah dengan mendekatkan mereka ke alam.

Orang tua Skandinavia melepas anak-anak untuk bermain di alam terbuka daripada membiarkan mereka menonton TV atau bermain gadget. Ini sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik dan sensoriknya.

Di samping itu, orang tua dengan organic parenting juga memanfaatkaan segala sesuatu dari alam untuk kehidupannya, mulai dari makanan, minuman, sampai obat-obatan. Mereka percaya bahwa segala hal yang alami akan lebih baik bagi kesehatan.

2. Ramah lingkungan

Organic parenting mengajarkan anak-anak untuk menjaga agar lingkungan tidak tercemar, misalnya saja dengan meminimalisasi penggunaan plastik serta lebih memilih menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda atau memanfaatkan transportasi umum.

Di samping itu, orang tua juga mengajarkan anak-anak untuk hemat listrik, menggunakan pendingin ruangan atau AC sesuai kebutuhan, dan menggunakan air secukupnya. Orang tua juga memilih produk seperti sabun atau sampo yang ramah lingkungan agar limbahnya tidak mencemari air.

3. Hidup seperti di desa

Ini mungkin prinsip yang jarang didengar dari organic parenting. Karen mengurai istilah organic parenting sebagai menumbuhkan “desa” untuk anak-anak. Bagaimana maksudnya? Di era modern di mana seluruh anggota keluarga sibuk dengan gadget masing-masing dan aktivitas masing-masing—orang tua bekerja, anak les dan kursus—maka kehidupan seperti di desa adalah salah satu jawaban.

Masyarakat desa yang hidup guyub, suka berkumpul menjadi salah satu kunci organic parenting.

Organic parenting menekankan waktu yang berkualitas bagi orang tua dan anak untuk berkumpul, saling mendengarkan, tanpa adanya gangguan TV ataupun gadget. Dengan waktu berkualitas seperti ini, ikatan positif antara orang tua dan anak akan semakin terbangun. Hasilnya, kepercayaan diri serta kemandirian anak akan terbentuk.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.