Tim ACT sedang menata beras wakaf yang ditampilkan saat peluncuran Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, Kamis (6/8). (ACTNews/Eko Ramdani).

BOGOR (Suaramuslim.net) – Pandemi Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia sejak Maret lalu, hingga kini masih berlangsung. Dampaknya cukup buruk dirasakan masyarakat. Mulai dari ancaman kesehatan, ekonomi yang menurun, tingkat pengungguran dan kemiskinan yang meningkat, hingga kondisi buruk lainnya yang mungkin saja terjadi.

Belum lagi adanya ancaman bencana alam seperti banjir serta kekeringan. Tak sampai di situ, perhelatan politik yang akan datang pun dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak yang kurang baik.

Berbagai permasalahan ini pada akhirnya akan bermuara pada ketidakmampuan pemenuhan pangan. Golongan yang sebelumnya mampu secara ekonomi, sekarang banyak yang terpuruk. Sementara mereka yang secara ekonomi sebelum pandemi memang lemah, kini kondisinya akan semakin lemah. Pemenuhan pangan mereka dikhawatirkan semakin sulit terpenuhi.

Merespons hal ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah melakukan berbagai aksi penanganan dampak Covid-19. Sosialisasi kesehatan oleh tim medis, pendistribusian paket pangan yang melibatkan relawan Masyarakat Relawan Indonesia, hingga yang terbaru menginisiasi Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan.

Melalui berbagai aksi dan gerakan, ACT berharap, urusan pangan masyarakat dapat terselesaikan dengan peran semua pihak, baik organisasi, kelompok, perusahaan, lembaga hingga pribadi.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dalam sambutan deklarasi Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kemiskinan menjadi sebuah fenomena yang semakin besar. Sedangkan kemiskinan ini tak pernah lepas dari persoalan kekurangan pangan.

Untuk itu, berbagai kebutuhan pangan telah ACT salurkan dengan sedekah masyarakat yang dihimpun. Dan, sekarang ACT tak ingin sendiri melaksanakan agenda kebaikan ini, maka itu gerakan nasional ini hadir.

“Di tengah kesulitan seperti sekarang, kemandirian pangan perlu dibangkitkan,” ungkap Ahyudin.

Kolaborasi dengan berbagai pihak telah dijalin sebagai bentuk ajakan untuk saling peduli. Yang menjadi menarik ialah, walau kondisi ekonomi sedang dinyatakan melemah, sedekah masyarakat terus mengalir.

Hal tersebut, tambah Ahyudin, merupakan bukti kalau kedermawanan masyarakat masih tinggi walau kondisinya sekarang kurang baik.

Untuk itu hadinya gerakan nasional yang ACT inisiasi merupakan bentuk ajakan agar semua masyarakat bisa meneruskan aksi kebaikan.

Sementara itu, pangan tak pernah lepas dari kondisi ekonomi seseorang. Karenanya, sangat penting membangun kemandirian pangan.

Melalui Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, ACT ingin membangun kepedulian dari lingkungan terdekat warga yang membutuhkan bantuan.

ACT sendiri, dalam peran mendukung ketahanan pangan bangsa, selain meluncurkan gerakan nasional, juga telah menghadirkan berbagai program penguatan pangan. Masyarakat Produsen Pangan Indonesia hingga Lumbung Beras Wakaf hadir sejak beberapa waktu lalu untuk pemenuhan pangan. Produknya pun didistribusikan secara gratis ke masyarakat prasejahtera.

Sumber: ACTNews

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.