Menjaga Alam Merawat Kehidupan Melalui Kertas
Hutan di Kalimantan Tengah (Foto: Tribunnews.com)

Suaramuslim.net – Sudah menjadi rahasia umum bahwa hutan adalah paru-paru kehidupan dunia. Hutan merupakan sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya, yang berfungsi untuk menampung karbon dioksida, habitat hewan, pelestarian alam, serta salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting. Pohon yang terdapat di hutan merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh mahluk hidup. Selain sebagai penghasil oksigen, pohon juga penghasil kayu yang banyak ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, bahan pembuat furnitur (seperti kursi, lemari, meja), dan bahan dasar pembuatan kertas.

Pada zaman modern ini kondisi hutan mengkhawatirkan karena banyaknya penebangan pohon secara berlebihan tanpa melakukan penanaman kembali. Pohon yang dapat dimanfaatkan menjadi satu di antara masalah yang muncul. Peranan kertas dalam kehidupan sangat besar dan hal ini berdampak pada kondisi hutan saat ini. Kertas dikenal sebagi media utama untuk menulis, mencetak, melukis bahkan dapat digunakan untuk pembersih seperti tisu. Proses pembuatan kertas berbahan baku 95% serat kayu.

Baca Juga :  Gaya Hidup Zero Waste, Siapa Berani?

Tanpa sadar kebutuhan kertas tiap tahun terus bertambah, luas hutan Indonesia pada tahun 2017 menurut BPS mencapai 126 juta hektar. Sadarkah kita jika satu pohon dapat menghasilkan 16 rim kertas dan setara dengan kebutuhan oksigen 3 orang untuk bernapas? Memproduksi 1 ton kertas, dibutuhkan 3 ton kayu dan 90 ton bahan baku lainnya. Fakta yang mengejutkan, setiap jamnya dunia telah kehilangan sekitar 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas.

Pabrik kertas
Pabrik kertas (Foto: surabaya.bisnis.com)

Industri kertas di dunia menggunakan 35% dari seluruh panen kayu komersial setiap tahunnya dan dapat menghabiskan 670 juta ton kayu untuk menghasilkan 178 juta ton pulp maupun 278 juta ton kertas atau karton. 1 ton kertas sama dengan 400 rim yang artinya ada 200.000 lembar. Untuk memproduksi 3 lembar kertas saja memerlukan 1 liter air. Jika memproduksi 1 kilogram kertas maka membutuhkan setidaknya 324 liter air. Setiap memproduksi 1 ton kertas dihasilkan gas CO2 sebanyak kurang lebih 2,6 ton atau sama dengan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mobil selama 6 bulan.

Baca Juga :  Bahaya Tayangan Pornografi Bagi Otak

Dapat dibayangkan berapa banyak pohon yang akan ditebang jika keadaan ini terus menerus dibiarkan tanpa ada penghematan kertas. Jika dibiarkan akan berdampak pada global warming.

Tidak dapat dipungkiri adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti sangat besar dalam peradaban dunia. Faktanya, kertas tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan baik itu dalam dunia pekerjaan, proses pembelajaran, kuliner, bahkan saat transaksi pembayaran. Kita terus menerus menggunakan kertas dan terkadang kita menyia-nyiakannya seolah-olah hal itu tidak penting, tanpa disadari perilaku seperti itu membantu laju pengurangan hutan.

Pernahkah muncul dalam benak kita pertanyaan seperti “Berapa banyak kita mengonsumsi kertas dalam sehari? Pernahkah kita menghitungnya selama ini?” Bagaimana jika tidak? Kita menggunakan kertas seenaknya terus menerus tanpa menyadari apa dampak yang akan terjadi. Di negara berkembang termasuk Indonesia kenaikan pertumbuhan kertas rata-rata mencapai 4,1%. Pada Tahun 2020 kebutuhan kertas dunia diperkirakan mencapai 490 juta ton atau naik 24,3%, dari data tersebut berapa banyak hutan lagi yang akan ditebang.

Baca Juga :  Milenial Ikuti Pelatihan Pentingnya Pelestarian Lingkungan di Kepulauan Seribu

Banyaknya hutan ditebang tidak hanya berdampak pada punahnya keanekaragaman hayati tapi juga memungkinkan terjadinya global warming. Eksploitasi hutan yang terus menerus terjadi berlangsung sejak dahulu hingga sekarang tanpa dibarengi dengan penanaman kembali menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak, lalu bagaimana cara merawat hutan? Jawabanya ada pada diri kita sendiri.

Merawat hutan berarti kita telah menyelamatkan keanekaragaman hayati serta mengurangi dampak global warming. Mari rawat hutan milik kita dengan langkah-langkah kecil seperti tidak langsung membuang kertas dan memanfaatkannya kembali untuk hal-hal yang bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here