etika menghadapi wabah penyakit dalam Islam
Simbol saran untuk menggunakan mouth guard.

Suaramuslim.net – Dalam hidup ini, setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing-masing yang membuat dia tidak tenang; menjadi resah, gelisah, stres, bahkan mengalami gangguan kesehatan mental.

Sebagaimana kita ketahui virus corona atau Covid-19 telah melanda ke penjuru dunia dan sampai saat ini belum mereda. Situasi dan kondisi terombang-ambing dengan ketidak-pastian. Sehingga sedikit atau banyak dapat memengaruhi kesehatan mental dan kestabilan jiwa.

Apalagi bagi seseorang yang sejak awal kejiwaannya sudah bermasalah seperti rasa cemas, gundah, gulana dan gelisah.

Bagaimana menjaga kesehatan jiwa di tengah wabah corona?

  1. Perbanyak zikir dan doa kepada Allah

Dalam menghadapi setiap masalah hidup kita harus selalu dzikrullah (mengingat Allah) dalam setiap langkah dan perbuatan yang kita lakukan.

Tidak ada yang paling bisa membuat hati kita menjadi lebih baik dan tenang kecuali selalu mengingat kepada Sang Maha Pencipta.

Tanamkan dalam diri untuk senantiasa berzikir baik dalam lisan maupun perbuatan, sehingga apa yang kita perbuat adalah berdasarkan kepada mengharap rida Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman yang artinya;

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’du: 28). 

  1. Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan menegakkan salat dan bersikap sabar

Allah SWT menawarkan solusi terbaik:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).

Ingatlah bahwa musibah ini diberikan Allah bukan untuk menyulitkan kita, melainkan untuk menguji iman dan takwa kita. Ketika kita sadar akan hal tersebut, yang perlu kita lakukan ialah bersabar dalam menghadapi segala macam permasalahan dan cobaan yang diberikan.

Dengan bersabar dan salat , insya Allah kita bisa menghadapai segala sesuatunya dengan lebih tenang. Karena melalui sabar dan salat, merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri sekaligus dapat berkomunikasi kepada Allah SWT yang bisa mengobati berbagai jenis penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, termasuk untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan kesehatan mental. 

  1. Batasi dan seleksi berita atau bacaan tentang musibah, wabah, khususnya virus corona

Sebaiknya kita membatatasi waktu membaca atau menonton sesuatu yang membuat hati gelisah. Pilihlah waktu tertentu dan sumber terpercaya seperti laman resmi pemerintah atau otoritas kesehatan. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Hujurat: 6).

Di samping itu, hindari banyak mengonsumsi berita dari media cetak, media elektronik maupun media sosial tentang musibah khususnya wabah virus corona yang bisa menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

  1. Batasi berkomunkasi atau hubungan dengan orang lain

Jika kamu sedang mengisolasi diri, jaga keseimbangan antara rutinitas dan memastikan ada variasi setiap harinya secara mandiri.

Namun jika kita harus berhubungan dengan orang lain, berusahalah membatasinya tanpa harus menjauhi atau bersikap acuh padanya. Karena hubungan yang baik dan dilakukan secara proporsional sangat dibutuhkan agar bisa merasakan kebahagiaan dan ketenangan pikiran.

  1. Tetap jaga kesehatan

Ada suatu pepatah, jiwa yang sehat terdapat pada badan dan fisik yang sehat. Kesehatan adalah mahkota dan karunia yang sangat berharga dari Allah SWT kepada kita.

Maka, jagalah kesehatan dan jangan sampai merasa kelelahan dengan cara berolah raga teratur, berjemur, menjaga pola makan, istirahat yang cukup dan lain-lain. Karena pandemi ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, entah sampai kapan.

Akhirnya, sadari dan terimalah dengan ikhlas dan rida segala ketidakpastian ini dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang Maha Pasti. Karena Dia lah yang menurunkan dan menciptakan virus ini, maka Dia pula lah yang Maha Kuasa untuk mengangkatnya dari muka bumi.

Kita hanya diwajibkan untuk berusaha secara maksimal, berdoa secara optimal dan bertawakal secara total. Insya Allah akan berkah pada waktunya. Aamiin.

Khozin Mustafid, S.Ag, M.Pd.I – Narasumber Program Solusi Ustaz Radio Suara Muslim
Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.