Suaramuslim.net – Sekitar 200.000 muslim Rohingya menggelar demonstrasi di kamp pengungsi di Bangladesh pada Ahad (25/8/19).

Aksi ini untuk memperingati dua tahun terusirnya mereka dari kampung halaman di negara bagian Rakhine, Myanmar.

 

Saat ini sekitar satu juta Rohingya tinggal di lebih dari 30 kamp di daerah Cox Bazaar di perbatasan tenggara Bangladesh.

 

25 Agustus 2017

Merupakan hari “Genosida Rohingya.” Pada hari itu, dunia menyaksikan sekitar 740.000 Rohingya mengungsi dari Arakan/Rakhine.

Pembantaian, ratusan desa yang diratakan dengan tanah, perempuan-perempuan diperkosa, dan bayi tak berdosa dibakar hidup-hidup menjadi peristiwa yang melatarinya.

 

27-28 Juli 2019

Menteri Luar Negeri Myanmar, Myint Thu bertemu dengan 35 pemimpin Rohingya, mengunjungi kamp-kamp pengungsian Rohingya di daerah Cox Bazaar, meyakinkan agar mau pulang setelah sebelumnya ditolak pada Oktober 2018 lalu.

 

22 Agustus 2019

Tim Pencari Fakta PBB menyebut peristiwa ini sebagai “Textbook of ethnic cleansing.”

 

23 Agustus 2019

Juru bicara militer Myanmar Mayor Jenderal Tun Ton Nyi menyebut tuduhan itu “tidak berdasar.”

Baca Juga :  Bela Rohingya, Relawan YDSF Berangkat ke Bangladesh

 

27 Agustus 2019

“Warga Rohingya bersedia pulang ke kampung halaman dengan tiga syarat. Keselamatan dijamin, mendapat status warga negara Myanmar dan bisa hidup kembali di desa kelahiran,” ucap Mohebullah salah satu pemimpin Rohingya.

“Kami dipukuli, dibunuh, dan diperkosa di Rakhine. Tapi itu tidak masalah. Ada tanah kami dan kami masih ingin kembali ke sana,” lanjut Mohebullah.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.