Minim pendidikan Islam, Pelajar Timor Leste Banyak yang Tidak Mau Kembali ke Negaranya.
Presiden Komunitas Islam di Timor Leste Arif Abdullah Sagran berpose di depan backdrop perhelatan World Peace Forum ke-7 di Jakarta pada 14 Agustus 2018. (Anadolu/Pizaro Gozali)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Presiden Komunitas Islam di Timor Leste Arif Abdullah Sagran, mengakui tingkat pendidikan Islam sangat rendah di Timor Leste. Sehingga mereka sangat kesulitan dalam mengetahui ilmu-ilmu dasar Islam.

Namun, komunitas muslim di Timor Leste terus berupaya meningkatkan pendidikan Islam bagi warganya. Salah satunya dengan cara mengirim anak-anak muslim Timor Leste menerima beasiswa daei Kementerian Agama RI.

“Mereka belajar di sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN),” imbuh Sagran.

Setia tahun Kemenag memberikan beasiswa bagi 5 orang anak-anak Muslim Timor Leste untuk belajar di sejumlah kamous di Indonesia.

Tetapi, lanjut Sagran, kebanyakan para pelajar yang menuntut ilmu di Indonesia banyak yang tidak kembali. Mereka lebih memilih untuk menetap di Indonesia.

“Tapi itu bukan masalah bagi kami, di mana pun berada yang penting mereka bisa berkhidmat kepada bangsa dan negara,” jelas Sagran.

Sagran juga mengaku mendapatkan banyak manfaat dari Konferensi Minoritas Muslim Dunia yang diselenggarakan di Istanbul, Turki.

Menurutnya, kelemahan minoritas Muslim adalah minimnya jaringan sehingga mereka kesulitan mendapatkan bantuan.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Teguh Imami

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.