Mohamed Salah dan Dakwah

111
Peran Mohamed Salah dan Dakwah

Suaramuslim.net – Saya mau cerita tentang fenomena Mohamed Salah pemain Liverpool yang digelari sebagai King of Egypt. Banyak sekali komentar luar biasa terutama di kalangan muda, dan persepsi terhadap Islam di Inggris yang memang sudah mulai baik. Karena banyak ilmuwan muslim yang mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya bidang ekonomi syariah di Inggris.

Ada yang menarik dari fenomena Mohamed Salah pada zaman ini tidak seperti era Salahuddin Al Ayyubi, ya. Waktu itu kekaguman atau penguasaan terhadap sebuah wilayah harus dimulai dari pertarungan dan menimbulkan korban besar.

Di zaman seperti ini, bagi anak-anak muda khususnya saya ingin berpesan. Fenomena Mohamed Salah, dia berdakwah lewat sepakbola, dan dimanfaatkan oleh media sosial. Ini menjadi menarik. Bagi anak-anak muda Indonesia, dakwah itu tidak mesti dalam bentuk yang kaku, dalam menyampaikannya harus bentuk ceramah, tidak!

Tingkatkan kemampuan Anda, mampu memelihara hobi, lalu kemudian mengembangkannya untuk kepentingan dakwah Islam, itu keren saat ini.

Baca Juga :  Piala Presiden 2018; Blunder Bagi Jokowi dan Booming Bagi Anies

Jadi misalnya buat kalian yang sedang hobi bola atau futsal. Ada dua macam pemain bola itu. Ada yang hanyut dalam hawa nafsunya, sehingga sampai tua mainnya begitu-begitu saja. Dia memang tidak punya visi, karena mungkin minim visi dan tidak ada dakwah, sehingga waktunya betul-betul habis untuk hobi.

Jadi shalat kalah sama main bola. Belajar mundur gara-gara main bola. Melawan orang tua juga karena bola. Yang paling menyedihkan adalah menimbulkan kerusuhan. Seperti kita lihat fenomena korban kematian dan kerusakan sarana publik akibat kecintaan terhadap bola.

Golongan kedua adalah anak-anak yang kreatif. Mereka memanfaatkan hobinya untuk menjadi karier hidup dan bahkan menjadi sarana dakwah yang menarik. Nah, fenomena Mohamed Salah yang saat ini berada di Inggris, saya kira tanpa kita sadari ketika dia selebrasi goal dengan sujud teman-temannya ikut sujud. Ketika kemudian dia cetak goal dan mengangkat satu jari simbol dari tauhid, wah itu kuat. Maknanya sangat kuat.

Dan untuk saat ini berdakwah lewat sesuatu yang disukai oleh publik, apalagi dirawat secara profesional lewat media, sangat menguntungkan. Akan mengubah persepsi publik, terutama masyarakat Barat yang mengalami penyakit Islamophobia.

Baca Juga :  Adzan Berkumandang, Wasit Asal Inggris Hentikan Pertandingan

Nah, sekarang ini coba padukan antara hobi, karier, dakwah dan sosial media dengan visi yang kuat membawa Islam di manapun kita berada. Kiai saya pernah memberi nasehat “fi ayyi ardhin tatha’ wa anta mas’ulun ‘an Islamiha” (dimana bumi kamu pijak disitu kamu harus bertanggung jawab kepada nilai-nilai Islam yang harus kamu tegakkan).

Jaman berubah, di era shifting seperti ini, anak-anak muda punya kesempatan bukan cuma dalam berkarier dan menjadi orang kaya. Tapi siapapun kalian wahai anak muda, dengan simbol-simbol Islam yang sederhana tidak harus kental, kalian bisa menjadi pejuang dakwah yang luar biasa. Saya Bachtiar Nasir mendukung hobi kalian, main bola yang keren tapi punya visi yang jauh.

Penulis: KH. Bachtiar Nasir*

*Pimpinan AQL Islamic Center
*Versi video dari artikel ini pernah dimuat di akun YouTube Bachtiar Nasir pada tanggal 30 April 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here