Kajian pembuka Muslim United #2 oleh influencer milenial. Foto: suaramuslim.net/Teguh Imami

Suaramuslim.net – Semarak Muslim United #2 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta masih terus berlanjut. Seluruh muda-mudi, orang tua, hingga masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul di Masjid Gedhe Kauman yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta ini.

Muslim United #2 berlangsung selama tiga hari dari 11, 12, 13 Oktober 2019 di Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Mengusung tagline #SedulurSaklawase, agenda yang berlangsung dari Jumat Sabtu Ahad ini akan diisi oleh pembicara-pembicara kondang nasional seperti Ustaz Abdul Somad, Adi Hidayat, Hanan Attaqi, dll. Juga muslim expo, temu komunitas muslim, aktivitas sosial, bazar makanan dan kids corner.

Nyawiji (menyatu), greget (penuh semangat), sengguh (percaya diri), ora mingkuh (penuh tanggung jawab) adalah falsafah luhur yang diwariskan Sri Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792) kepada segenap rakyatnya.

Semangat inilah yang sejak tahun lalu hendak diejawantahkan kaum muslimin di Yogyakarta dan sekitarnya dalam acara “Muslim United.”

Mudah-mudahan Allah selalu limpahkan rahmat, hidayah, inayah, dan berkah-Nya kepada beliau serta segenap keluarga, aamiin. Doa inilah yang juga akan terus kita mohonkan untuk dipanjatkan oleh seluruh pihak yang terlibat, juga hadirin-hadirat Muslim United. Dengan semangat #SedulurSaklawase, kaum muslimin di Yogyakarta mengajak seluruh komponen umat dan masyarakat untuk selalu nyawiji, menjaga kekompakan, bergandeng tangan dari dunia hingga ke surga. – Salim A Fillah.

Tak hanya semarak keislaman dari kaum milenial, di setiap acara Muslim United sejak yang pertama sampai Muslim United yang kedua saat ini, selalu ada momentum yang membuat kita semakin terharu-biru. Berbagai momentum sangat menyentuh nurani kita, puji syukur kepada Allah kita semua berkumpul dan dipertemukan dengan orang-orang mukmin dari berbagai daerah di Indonesia. Berikut tim suaramuslim.net merangkum momentum-momentum menyentuh hati di acara Muslim United #2.

Baca Juga :  Muslim United #2 Berharap Dapat Mengkokohkan Tali Persaudaraan Umat Muslim

1. Menjadi warisan dakwah para Sultan

Sebagaimana diketahui, Kesultanan Yogyakarta berdiri, tumbuh, dan disirami dengan nilai perjuangan bersama umat; Pangeran Mangkubumi 9 tahun berjihad bersama ulama lalu membangun kota Yogyakarta dengan falsafah Islam, Sultan HB II dengan jiwa anti-penjajah dibuang ke Penang dan Ambon, Sultan HB III mewariskan darah jihad kepada putranya Diponegoro, Sultan HB VII yang mendorong dan memfasilitasi KH Ahmad Dahlan hingga mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah, hingga Sultan HB IX yang “mewakafkan kekuasaannya” dengan semboyan “Tahta untuk Rakyat.”

Maka Muslim United diniatkan sebagai kelanjutan syiar Islam, seperti dahulu Masjid Gedhe Kauman berdiri untuk menjadi tempat umat berhimpun (sebagaimana pagarnya berukir Waluh, bersatu karena tauhid, Wallah, Qul huwallahu Ahad), merapikan barisan (sebagaimana pohon sawo berjajar di halaman, Sawwu Shufufakum), berlindung dari godaan setan yang menumbuhkan perpecahan (sebagaimana ukiran buah nanas di pojok serambi, Qul A’udzu bi Rabbinnaas), saling menolong dalam kebajikan dan takwa, (sebagaimana ukiran di serambi Lung-lungan, tulung-tulungan), mencari ilmu (sebagaimana ukiran mihrab buah Salak, hadis Man Salaka Thariqan), dan memburu keutamaan dari Allah (sebagaimana daun Kluwih pada mustaka, kaluwihan, Qul innal fadhla biyadillah).

2. Puluhan ribu muda-mudi tumpah-ruah di grand opening Muslim United #2

Puluhan ribu muda-mudi tumpah ruah di komplek Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Kali ini bukan konser, melainkan acara keislaman yang diadakan Muslim United #2 dengan tema “Sedulur Saklawase.” Sebagai orang Islam kita cukup bangga dengan ribuan peserta yang membeludak di acara kajian dan dakwah semacam ini.

Baca Juga :  Dua Ustadz Hijrah Membuka Muslim United di Yogyakarta

Bayangkan saja, di era milenial seperti saat ini, ternyata masih banyak masyarakat yang dengan antusiasnya menyemarakkan acara keislaman. Meski sebelumnya sempat terjadi berita simpang siur terkait terselenggaranya acara Muslim United #2, alhamdulillah Muslim United 2 atas ridha Allah dan dukungan masyarakat, acara ini pun terselenggara dengan baik dan lancar.

Pantauan Suaramuslim.net seluruh tempat Masjid Kauman penuh sesak oleh lautan manusia. Sisi sebelah timur, selatan, utara sampai alun-alun sangat ramai.

Ustaz Sukri Fadoli sekalu Ketua Forum Umat Islam DI Yogyakarta mengatakan bahwa Muslim United diadakan atas dasar anak muda yang peduli akan nasib bangsa.

“Mereka melihat pasca pemilu banyak kalangan masyarakat Indonesia yang terpecah belah, maka momentum Muslim United ini adalah langkah persatuan,” tegas Ustaz Sukri dalam sambutannya.

“Anak muda sekarang ingin mewakafkan diri untuk agamanya, untuk masa depan Islam dan Indonesia, agar kedepan bangsa tidak hancur,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, perwakilan takmir Masjid Kauman, ustaz Azman Latif juga mengatakan bahwa Muslim United ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama damai.

“Berkumpul banyak orang, kita ingin sampaikan bahwa Islam adalah agama baik, toleran, bukan radikal, intoleran,” terangnya.

3. Muslim United #2 dibuka oleh influencer-influencer inspiratif

Runtutan pertama acara Muslim United dibuka oleh putra ustaz Arifin Ilham (almarhum), Amer Adzikra dan Sherly Annavita Rahmi. Keduanya merupakan influencer yang banyak dikenal generasi milenial.

Amer (18) tahun, membuka dengan cerita tentang pesannya sesaat sebelum Abinya (ustaz Arifin) meninggal dan didikan abinya semenjak kecil.

Sherly Annavita Rahmi, influencer media sosial menambahkan apa itu muda mendunia yang seharusnya ada dari anak muda.

Baca Juga :  Masuk Agama Islam, Pria Ini Bikin Merinding Seluruh Peserta Muslim United

“Muda bukan sekadar umur, sudah terlalu biasa, namun tentang mindset untuk terus berkarya. Orang lemah tak akan pernah memulai, pengecut akan mundur, pemenang tak akan pernah menyerah,” ujar Sherly.

“Tangganya anak muda pertama adalah optimis kemudian progresif, jangan sampai pesimis. Tentukan visi misi mulai dari sekarang.” Pungkasnya.

Pantauan Suaramuslim.net, kedatangan peserta terus membludak, acara yang diadakan di kompleks masjid Gede Kauman terus meluber hingga keluar.

4. Dihadiri oleh pembicara-pembicara kondang nasional

Kondisi kekinian di Indonesia yang mengkhawatirkan memantik ustaz Hanan Attaqi untuk mengisi acara di Muslim United #2 dengan tema “Anak Muda Jadilah Generasi Penanggung Beban.”

“Pemuda kekinian harus menjadi penanggung beban. Penanggung untuk kebobrokan-kebobrokan yang terjadi, kemudian mengubahnya menjadi lebih baik,” ujar ustaz Hanan di Timur Masjid Gede Kauman saat mengisi kajian.

“Nabi dulu menjadi generasi penanggung beban, beban untuk menjadikan sahabat menjadi lebih baik,” terangnya.

5. Menjadi mualaf, masuk Agama Islam di acara Muslim United #2

Chandra Yulianto (28) akhirnya memeluk Islam. Dia disaksikan seluruh peserta Muslim United dari berbagai daerah saat mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Saya tidak ada paksaan siapa pun, murni saya ingin memeluk agama Islam. Saya siap masuk Islam,” ujarnya sembari dibimbing seorang ustaz di sampingnya saat mengucapkan dua kalimat syahadat di pendopo Masjid Gede Kauman Yogyakarta, Sabtu (12/10).

“Saya siap menjalankan syariat Islam, bismillah,” pungkas pria kelahiran Sukoharjo tersebut.

Ustaz yang membimbing masuk Islam bersyukur bahwa ada lagi saudara baru yang masuk Islam.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.