Agni S Mayangsari – Trainer Hearty Service. Foto: Suaramuslim.net

Suaramuslim.net – Kenapa kita perlu memperluas zona nyaman? Terkadang selain istilah memperluas zona nyaman ada juga yang mengatakan “keluarlah dari zona nyaman.” Beberapa orang mengatakan keluar dari zona nyaman adalah salah satu kunci sukses untuk pengembangan diri. Namun ternyata, tidak selamanya itu tepat. Belum tentu kita harus keluar. Kita hanya perlu memperluas zona nyaman saja.

Tentu ini dua hal yang berbeda, meskipun terkadang memang harus betul-betul meninggalkan zona nyaman. Manusia sebenarnya mencari kenyamanan. Zona nyaman adalah zona atau area dalam hidup yang kita merasa sudah sangat mahir melakukannya, kita ahli di situ, sehingga nyaman melakukannya. Percaya diri, kita bisa melakukannya dengan baik, sehingga mungkin sering mendapat apresiasi.

Mari berhentilah berpuas diri dengan zona nyaman atau keahlian atau kemampuan yang selama ini kita miliki, karena ini saatnya memperluas. Saatnya kita untuk melejitkan potensi.

Jadi kita perlu keluar dari zona nyaman agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bernilai, dan Insyallah akan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.

Menurut Elizabeth Kuster, jurnalis dan penulis buku-buku pengembangan diri, kita punya 4 zona dalam hidup:

  • Comfort Zone
  • Streych Zone
  • Risk Zone
  • Die Zone

Comfort Zone atau zona nyaman adalah area dalam kehidupan yang kita sudah baik melakukannya atau sudah menjadi kebiasaan.  Kenapa zona nyaman perlu diperluas? Karena bisa jadi Allah telah titipkan potensi yang masih perlu terus kita eksplorasi. Hingga kita akan menemukan versi terbaik diri kita dengan zona nyaman yang lebih luas.

Ada 3 tingkatan untuk memperluas zona nyaman kita:

1. Good

Yaitu menarik diri kita pada stretch zone, yaitu area pengembangan diri yang seharusnya kita lakukan. Pada level ini tantangan terbesar adalah memerangi kemalasan. Maka perlu membuat fokus area mana saja yang akan dikembangkan dan kita berkomitmen melakukannya. Misalnya area kesehatan; karier; keluarga dan spiritual.

2. Better

Yaitu menantang diri kita untuk masuk pada risk zone, area yang masih satu jalur dengan keahlian kita, namun dengan tingkat kesulitan dan risiko yang tinggi. Pada level ini kendala terbesar adalah ketakutan dan ketidakyakinan pada kemampuan diri. Maka perlu mengimbangi dengan komitmen untuk terus belajar dan mempunyai guru atau mentor atau coach yang siap mendampingi.

3. Best

Ini adalah level nekat. Butuh keberanian besar untuk melakukan perluasan zona nyaman pada level ini. Karena di level ini bisa berarti bukan hanya memperluas namun sampai meninggalkan zona nyaman yang lama dengan kemungkinan gagal yang sangat besar. Namun level ini sangat diperlukan jika zona nyaman kita selama ini tidak sesuai dengan passion bahkan cenderung melanggar etika dan agama.

Butuh keyakinan luar biasa dan husnuzon pada Allah. Bahwa saat kita meninggalkan zona nyaman karena Allah, maka Allah akan beri ganti yang jauh lebih baik. Aamiin.

Selamat memperluas zona nyaman!
Selamat menemukan your very best version!

Artikel ini dikutip dari siaran Mozaik Radio Suara Muslim Surabaya 93.8 FM pada hari Kamis, 23 Januari 2020 pukul 13.00-14.00 bersama Agni S Mayangsari – Trainer Hearty Service.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.