Muslim United dan Warisan Dakwah para Sultan
Poster acara Muslim United.

Suaramuslim.netNyawiji (menyatu), greget (penuh semangat), sengguh (percaya diri), ora mingkuh (penuh tanggung jawab) adalah falsafah luhur yang diwariskan Sri Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792) kepada segenap rakyatnya.

Semangat inilah yang sejak tahun lalu hendak diejawantahkan kaum muslimin di Yogyakarta dan sekitarnya dalam acara “Muslim United.”

Sebagaimana diketahui, Kesultanan Yogyakarta berdiri, tumbuh, dan disirami dengan nilai perjuangan bersama umat; Pangeran Mangkubumi 9 tahun berjihad bersama ulama lalu membangun kota Yogyakarta dengan falsafah Islam, Sultan HB II dengan jiwa anti-penjajah dibuang ke Penang dan Ambon, Sultan HB III mewariskan darah jihad kepada putranya Diponegoro, Sultan HB VII yang mendorong dan memfasilitasi KH Ahmad Dahlan hingga mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah, hingga Sultan HB IX yang “mewakafkan kekuasaannya” dengan semboyan “Tahta untuk Rakyat.”

Maka Muslim United diniatkan sebagai kelanjutan syiar Islam, seperti dahulu Masjid Gedhe Kauman berdiri untuk menjadi tempat umat berhimpun (sebagaimana pagarnya berukir Waluh, bersatu karena tauhid, Wallah, Qul huwallahu Ahad), merapikan barisan (sebagaimana pohon sawo berjajar di halaman, Sawwu Shufufakum), berlindung dari godaan setan yang menumbuhkan perpecahan (sebagaimana ukiran buah nanas di pojok serambi, Qul A’udzu bi Rabbinnaas), saling menolong dalam kebajikan dan takwa, (sebagaimana ukiran di serambi Lung-lungan, tulung-tulungan), mencari ilmu (sebagaimana ukiran mihrab buah Salak, hadis Man Salaka Thariqan), dan memburu keutamaan dari Allah (sebagaimana daun Kluwih pada mustaka, kaluwihan, Qul innal fadhla biyadillah).

Baca Juga :  Ustadz Adi Hidayat Tak Seperti Kuntowijoyo

Dengan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Sultan HB I dan seluruh dzurriyyahnya inilah, Muslim United meniatkan diri pula untuk menjadikan seluruh rangkaian acaranya pahala yang tak putus-putus untuk para beliau, hingga terus menjadi manfaat dan wasilah kecintaan umat dan masyarakat kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X yang sedang bertahta, seluruh keluarga, dan keturunan.

Mudah-mudahan Allah selalu limpahkan rahmat, hidayah, inayah, dan berkah-Nya kepada beliau serta segenap keluarga, aamiin.

Doa inilah yang juga akan terus kita mohonkan untuk dipanjatkan oleh seluruh pihak yang terlibat, juga hadirin-hadirat Muslim United. Dengan semangat #SedulurSaklawase, kaum muslimin di Yogyakarta mengajak seluruh komponen umat dan masyarakat untuk selalu nyawiji, menjaga kekompakan, bergandeng tangan dari dunia hingga ke surga.

Salim A Fillah

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.