SURABAYA (Suaramuslim.net) – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur digelar pada Sabtu (10/10/2026) berlangsung kondusif, aman, lancar, dan terkendali.
Forum menetapkan Dr. Ir. Mangesti Waluyo Sedjati, M.M. sebagai Ketua ISMI Jawa Timur secara aklamasi.
Terpilihnya Mangesti menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran ISMI dalam membangun ekonomi umat melalui kolaborasi saudagar, pengembangan usaha, dan perluasan akses pasar.
Saudagar, penggerak dakwah, dan pemberdayaan ekonomi
Mangesti memiliki pengalaman di bidang pengolahan dan perdagangan hasil laut, dengan jejaring usaha yang mencakup pasar ekspor, termasuk Amerika Serikat.
Pengalaman tersebut relevan dalam pengembangan komoditas unggulan yang membutuhkan standar mutu, konsistensi pasokan, keterlacakan asal produk, dan akses pasar internasional.
Di bidang keumatan, Mangesti dikenal sebagai pendiri Yayasan Al-Izzah dan penggerak Majelis Ilmu Baitul Izzah.
Kiprahnya mempertemukan dunia usaha, pembinaan umat, dan aktivitas organisasi. Kombinasi pengalaman ini menjadi modal untuk mendorong ISMI sebagai wadah kolaborasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Dari muswil menuju KIBAR Nasional ISMI 2026
Kepemimpinan baru ini hadir menjelang KIBAR Nasional ISMI 2026 di Surabaya, 27–28 Oktober 2026. Agenda strategis tersebut mencakup workshop, expo, pertemuan bisnis, serta peluncuran produk berbasis coffee traceability.
Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan petani, konsolidator, pengolah, saudagar, lembaga sertifikasi, calon pembeli, dan mitra pembiayaan dalam satu ekosistem usaha.
Coffee traceability: Membangun kepercayaan dari hulu ke hilir
Salah satu agenda penting adalah peluncuran produk Kopi Saudagar dengan sistem coffee traceability.
Sistem ini menghubungkan informasi asal kopi, petani, proses konsolidasi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran sehingga konsumen dan mitra bisnis memperoleh informasi produk yang lebih transparan.
Kolaborasi yang dirancang bersama ISMI, Bappenas, Dewan Kopi, dan BPJPH diharapkan memperkuat nilai tambah kopi Indonesia melalui keterlacakan asal, kurasi produk, dan dukungan sertifikasi yang relevan, termasuk sertifikasi halal.
Workshop menjadi ruang penguatan kapasitas dan model bisnis, sementara expo membuka peluang kemitraan serta perluasan pasar.
Peluncuran coffee traceability diharapkan menjadi langkah nyata menuju perdagangan komoditas yang lebih terpercaya dan berdaya saing.
Menuju kepemimpinan yang produktif
Muswil merupakan awal konsolidasi, sedangkan KIBAR menjadi momentum kolaborasi. Tantangan kepemimpinan Mangesti berikutnya adalah menerjemahkan mandat organisasi menjadi program terukur, memperkuat tata kelola, merangkul seluruh unsur anggota, dan membangun kemitraan lintas sektor.
Dengan pengalaman di bidang ekspor, dakwah, dan organisasi, ISMI Jawa Timur diharapkan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi produktif, hilirisasi komoditas, dan penguatan jejaring saudagar Muslim.
Muswil menyatukan langkah. KIBAR menggerakkan kolaborasi. Tujuan akhirnya adalah menciptakan nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi saudagar, umat, dan masyarakat.
Pewarta: Mutia Arifin
Penyunting: Muhammad Nashir

