Palestina: Ancaman Donald Trump Tidak Akan Berhasil

Palestina Ancaman Donlad Trump Tidak Akan Berhasil
Presiden Palestina Mahmud Abbas (Foto: Aljazeera)

Jakarta (Suaramuslim.net) – Pemimpin Palestina menanggapi ancaman Donald Trump yang mengatakan akan menahan bantuan keuangan kepada Palestina jika menolak untuk bernegosiasi dengan Israel.

Seperti yang dilansir Aljazeera, Juru Bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudaineh, mengatakan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan berhasil terhadap Palestina.

-Advertisement-

“Ancaman ini, tidak akan bekerja dengan rakyat Palestina,” ujar Nabil Abu Rudaineh, dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (25/1).

Runaideh juga mengatakan, Amerika tidak akan bisa membeli Yerusalem dengan uangnya. Karena menurutnya masalah yang terjadi di Palestina adalah masalah yang penting, karenanya tidak akan bisa dibeli dengan uang.

“Masalah Yerusalem adalah masalah suci, ini adalah kunci perang dan perdamaian di wilayah ini, tidak dapat dibeli atau dijual dengan semua uang dunia,” kata Abu Rudaineh.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengancam akan menahan dana bantuannya pada hari Kamis (25/1) setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

“Kami memberi mereka ratusan juta dolar untuk bantuan dan dukungan, jumlah yang luar biasa, jumlah yang tidak ada yang mengerti. Uang itu ada di atas meja dan uang itu tidak ada pada mereka kecuali mereka duduk dan menegosiasikan perdamaian,” katanya.

Trump tidak menentukan uang bantuan yang dia maksud. Sejak 2008, AS telah menyumbangkan sekitar $ 400 juta per tahun untuk bantuan ekonomi kepada Otoritas Palestina, sebuah badan pemerintah yang mengatur Tepi Barat yang diduduki Israel. Namun, pekan lalu AS memutuskan untuk mengurangi lebih dari separuh pendanaannya ke badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.