Pariwisata Akan Menjadi Sektor Andalan Indonesia

53
Pariwisata Akan Menjadi Sektor Andalan Indonesia

Suaramuslim.net – Banyaknya obyek wisata menarik di negeri ini membuat Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Peluang ini ditangkap baik oleh pemerintah. Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan bahwa, pariwisata akan jadi sektor andalan Indonesia.

Pariwisata menjadi salah satu daya tarik Indonesia yang akan menambah pendapatan negara. Berdasarkan data statistik yang didapatkan kemenpar, industri pariwisata Indonesia sudah memiliki pertumbuhan yang bagus yaitu 7,2%. Angka ini bahkan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia yang sebesar 4,7%. Dengan jumlah turis dunia yang mencapai 1,3 miliar orang, maka masih ada potensi untuk meningkatkan pertumbuhan kunjungan wisata.

Para pelancong asing yang berkunjung ke Indonesia paling banyak melalui Bali yaitu sebanyak 3,7 juta orang. Turis terbanyak berasal dari Singapura dengan jumlah mencapai 1,5 juta orang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan selama 2014, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 10,69 miliar atau setara dengan Rp 136 triliun.

Pemerintah Berencana Jadikan Pariwisata Sebagai Sektor Andalan

Pemerintah berencana menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan perolehan devisa. Sebab pariwisata Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi destinasi dan harga. Tidak tanggung-tanggung, dalam lima tahun ke depan pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun.

Begitu banyaknya tempat pariwisata di indonesia menjadi salah satu daya tarik bagi turis lokal maupun interlokal. Menurut Menteri Pariwisata, Pariwisata itu adalah sektor yang bisa menjadi sumber devisa, dan pada suatu saat nanti terbesar di Tanah Air. Dengan demikian, proyek perkembangan pariwisata di Indonesia tentu harus dikembangkan dan ditingkatkan untuk terus menarik para wisatawan.

Senada dengan tujuan tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan penyempurnaan strategi promosi, termasuk dalam pemanfaatannya menggunakan media digital.  Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggagas workshop di bawah komando Arief Yahya dan  melalui Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar dengan tema “Workshop Standardisasi Penyediaan Informasi Pariwisata”.

Dalam workshop tersebut, Sektretaris Kementerian Kemenpar, Ukus Kuswara mengatakan, peralihan penggunaan media konvensional ke digital oleh publik untuk mencari informasi yang dibutuhkan semakin hari kian besar.

Selain itu pembagian informasi di platform digital mencapai 70 persen dan penyajian informasi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional. Sehingga di era teknologi saat ini diharapkan seluruh perangkat Humas mampu untuk berperan aktif menjaga informasi yang disediakan pada publik secara benar, tepat guna dan tersaji dengan komprehensif. “Salah satu alatnya adalah melalui media digital,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan para peserta yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi dan promosi pariwisata, dapat meningkatkan pemahaman, pengelolaan, pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan pubkik eksternal dan internal. Kemudian juga terciptanya kualitas dan kuantitas informasi publik tentang kepariwisataan berbasis digital.

Melalui workshop ini pula diharapkan dapat menumbuhkembangkan image positif Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata di daerah. Sehingga informasi yang dihasilkan tersaji secara komprehensif, aktual, faktual dan mudah diakses. “Tentunya mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pelayanan informasi di bidang pariwisata,” jelas Ukus.

Dalam kegiatan akan dilakukan perencanaan, penyusunan, dan pembuatan informasi kehumasan yang nantinya akan disebarluaskan melalui media komunikasi digital. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan media atau komunitas lokal yang juga memiliki motivasi untuk kemajuan pariwisata lokal.

Arief juga berharap pertumbuhan pariwisata Indoenesia ke depan mendekati Malaysia dan Thailand yang merupakan negara yang memiliki jumlah pengunjung dan peryumbuhan pariwisata tertinggi di regional ASEAN.

Kontributor: Mufatihatul Islam
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here