LSM Internasional Minta Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Rohingya
Muslim Rohingya mengungsi dari Rakhine karena meletusnya kekerasan di negara bagian Myanmar (Foto: The Conversation)

WASHINGTON (Suaramuslim.net) – Sekitar 2.500 masyarakat muslim Rohingya meninggalkan Negara Bagian Rakhine di Myanmar setelah bentrok dengan militer meletus di wilayah itu.

“Rohingya dipaksa untuk melarikan diri dari pertempuran antara tentara Myanmar dan militer Arakan sejak awal bulan lalu,” ungkap juru bicara untuk sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Farhan Haq, Rabu (02/01).

Haq mengatakan PBB telah mengirim tim untuk menyelidiki dan meninjau kebutuhan warga yang mengungsi.

Rohingya, yang disebut sebagai kaum paling teraniaya di dunia oleh PBB, telah menderita dari sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.

PBB telah mendokumentasikan kasus pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – , pemukulan brutal dan penghilangan paksa oleh tentara Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.

Menurut Ontario International Development Agency (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh militer Myanmar.

Sementara itu, Amnesty International mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya – sebagian besar anak-anak dan perempuan- melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan operasi militer atas kelompok minoritas itu.

Bulan lalu, Parlemen AS mengeluarkan resolusi yang menyerukan menentang kekerasan “genosida” Rohingya

Sumber: Anadolu Agency
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.