Pemimpin Timur Tengah Kecam Rencana Trump Pindahkan Dubes AS ke Yerusalem

52
Aksi protes rakyat Palestina menolak rencana Donald Trump memindah kedubes AS ke Yerusalem (Foto: haaretz)

JAKARTA (suaramuslim.net) –¬†Rencana Presiden Amerika Serikat menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan memindahkan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang akan disampaikan pada hari Rabu (6/12) waktu setempat langsung mendapat kecaman dari para pemimpin negara-negara di Timur Tengah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui Juru Bicaranya Navil Abu Rudeina memperingatkan Donald Trump akan konsekuensi dari rencana tersebut.

“Konsekuensi berbahaya dari keputusan tersebut akan berdampak negatif pada proses perdamaian dan keamanan, keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia” ujar Navil.

Senada dengan Mahmoud Abbas, Raja Yordania Raja Abdullah II mengatakan kepada Trump keputusan tersebut akan memiliki dampak berbahaya pada stabilitas dan keamanan kawasan.

Selain itu Presiden Mesir Abdul Fattah Assisi memperingatkan Donald Trump bahwa tindakan tersebut akan merusak peluang perdamaian di Timur Tengah.

Bahkan Presiden Turki Recep Tayib Erdogan menanggapi rencana Trump tersebut memberikan ancaman akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel jika Trump mengambil keputusan pemindahan Kedutaan Amerika Serika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Rencana Donald Trump memindahkan Kedutaan Amerika Serikat ini mendapat banyak kecaman karena status Yerusalem merupakan topik yang sensitif dalam konflik Palestina-Israel. Pada saat pendudukan Israel ke Palestina, Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibukotanya, namun dalam perang Arab-Israel pada tahun 1967 bagian timur Yerusalem berhasil dibebaskan dari pendudukan Zionis Israel dan menjadi ibukota Palestina.

Sumber: Aljazeera

Penulis dan Penerjemah: Ahmad Jilul Qur’ani Farid

Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here