Pentingnya Pendidikan Akhlak Gestur Tubuh pada Anak

12

Suaramuslim.net – Saat mengadakan pertemuan rutin mingguan bersama Ustadz Bachatiar Nasir, ada tadabbur menarik surah ‘Abasa ayat 1-2 yang beliau peroleh saat menghadiri konferensi tadabbur antar ulama dunia baru-baru ini di Malaysia. Kebanyakan orang, mungkin memahami ayat itu dari sisi permukaan saja, yaitu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ditegur oleh Allah gara-gara bermuka masam dan berpaling dari Ibnu Ummi Maktum yang buta.

Padahal, pada ayat itu ada 3 kanvas pemahaman yang sampai menyentuh pada ranah tadabbur Al Quran. Kanvas pertama maknanya seperti yang dipahami banyak orang. Sedangkan yang kedua adalah Rasul bermasam muka dan berpaling dari orang buta, padahal sejatinya orang buta tak melihat muka masam Nabi dan keberpalingannya.

-Advertisement-

Ketiga, ini baru sisi tadabburnya. Bahwa ayat itu seolah mengajarkan pentingnya akhlak gestur tubuh dan mimik wajah atau ekspresi. Bila kepada orang yang buta saja kita perlu menampilkan wajah berseri-seri dan memberikan perhatian, apalagi kepada orang yang bisa melihat.

Mungkin saya bisa menambahkan tadabbur beliau. Nabi diingatkan agar tak bermasam muka dan berpaling dari Ibnu Ummi Maktum bukan dalam taraf teguran tapi membimbing ke ranah sikap yang terbaik atau –kalau meminjam istilah hadits– ibadah dalam tingkat ihsan.

Baca Juga :  Zainab binti Jahsy: Istri Rasulullah yang Paling ‘Panjang Tangan’

Memang Ibnu Ummi Maktum tidak bisa melihat perlakuan Nabi kepada dirinya, namun bukankah Allah melihat Nabi? Kalau dakwah adalah bagian dari ibadah atau pengabdian hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala semestinya bisa sampai pada level ihsan.

Artinya, melakukan pengabdian kepada Allah seakan-akan kita melihat atau merasakan kehadiran Allah langsung di hadapan kita. Bila tetap tidak bisa, maka dirinya yakin bahwa Allah pasti melihatnya. Sehingga, dalam melakukan amal ibadah hingga dakwah tidak ada pembeda-bedaan sikap.

Tidak ada perbedaan antara yang cacat dengan yang normal; antara tua dan muda; laki-laki dan perempuan dan lain sebagainya. Bahwa ketika berdakwah kepada mereka penting sekali menunjukkan akhlak gestur tubuh yang bersahabat dan ekspresi yang simpatik.

Terkait akhlak gestur tubuh ini begitu penting dan perlu ditanamkan kepada anak sejak dini. KH Bachtiar Nasir selaki Pimpinan AQL Islamic Center mengaitkannya dengan ayat lain terkait nasihat Luqman kepada anandanya.

Dalam surah Luqman ayat 18 disebutkan:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨

Baca Juga :  Refleksi Teks Hadits Seputar Anjuran dan Larangan Mengunjungi Masjidil Aqsha

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Pada ayat itu, ada pendidikan akhlak gestur tubuh dan ekspresi wajah. Luqman al-Hakim menasihati anaknya agar tidak memalingkan wajahnya dari manusia. Ini menunjukkan bahwa ketika bertemu dengan orang, perlu menyambutnya dengan hangat berupa tatapan wajah yang bersahabat misalnya atau ekspresi yang berseri-siri.

Bukankah ada riwayat yang menyatakan bahwa jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun walau sekadar bertemu saudara dengan muka berseri-seri. Atau hadits lain yang maknanya senyummu kepada wajah saudaramu adalah merupakan sedekah.

Demikian juga Luqman menasihati anaknya agar tidak berjalan di muka bumi dengan sombong. Menggambarkan larangan bergestur tubuh yang buruk, merendahkan orang dan hanya ingin menonjolkan eksistensi diri.

Sombong sendiri memang adalah salah satu virus yang berbahaya bagi pergaulan. Nabi sendiri pernah mendefinisikannya sebagai, “Menolak kebenaran dan merendahkan atau meremehkan manusia.”

Baca Juga :  Cara Menasihati ala Rasulullah, Agar Nasihat Tak Sekadar Lewat

Lebih dari itu, kesombongan juga merusak hubungan makhluk dengan Allah. Buktinya, salah satu yang membuat iblis terusir dari surga adalah ketika dia bersikap sombong, merendahkan Adam dan merasa lebih baik daripadanya. Gestur Iblis itu mengakibatkannya harus dikutuk hingga hari kiamat dan terjauhkan dari rahmat Allah.

Beberapa tadabbur dan hadits-hadits tadi menunjukkan bahwa menanamkan pendidikan akhlak gestur tubuh pada anak sangatlah urgen bagi orangtua. Mereka adalah cerminan masa depan suatu bangsa. Jika sejak kecil dididik dengak akhlak mulia, maka kedepannya –atas izin Allah—akan menjadi generasi yang mengedepankan akhlak mulia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here