Perludem Nilai Pemilu 2019 Harus Dievaluasi
Direktur Perludem Titi Anggraini menilai Pemilu 2019 Harus Dievaluasi (Foto: SMNET/Ali Hasibuan)

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 harus dievaluasi. Direktur Perludem Titi Anggraini menyebut, pemilu serentak dengan lima surat suara membuat penyelenggara pemilu kelelahan.

“Beban mereka (penyelenggara) menjadi luar biasa dan pemilu menjadi sesuatu yang unmanageable karena tidak mungkin pemilu yang demikian kompleks bagi peserta pemilu dan juga bagi pemilik suara,” ujarnya dalam Diskusi Persatuan Alumni GMNI yang bertajuk “Dinamika Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi: Saatnya Menerima Hasil” di DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Titi menganggap pihak yang menyebut Pemilu 2019 sudah sempurna tidaklah tepat, karena banyak hal yang harus diperbaiki.

Sementara itu Titi mengatakan, saat ini masyarakat lebih cepat bisa mengetahui terjadinya pelanggaran, mal administrasi pemilu, karena pemilu saat ini dilaksanakan di tengah situasi keberlimpahan informasi melalui kehadiran media yang begitu luar biasa.

“Media sosial informasinya begitu sangat besar. Sehingga dengan keberlimpahan informasi dan penetrasi media sosial yang sangat kuat, kita lebih bisa mengakses sesuatu yang dulu mungkin tidak akan mungkin kita akses. Ini yang membedakan 2019 dengan Pemilu 2014, 2009, 2004 dan 1999,” terang Titi.

Baca Juga :  Bertemu SBY, Prabowo : Chemistry Kami Sangat Baik

“Ibaratnya begini, kalau sekarang rumahnya dibuka dan semua bisa melihat, tentu hal-hal yang kecil semua bisa kita telisik. Tetapi kalau dulu samar-samar, maka tidak semua kita bisa lihat,” tambahnya.

Oleh sebab itu, ungkap Titi, masyarakat bisa mengetahui adanya berbagai kekurangan di sana-sini. Tetapi, cara penilaiannya juga harus proporsional.

“Jadi ruang keterbukaan, transparansi itu memang menyaratkan akuntabilitas yang lebih besar. Transparansi dan keterbukaan membuat standar kita terhadap kinerja yang baik itu meningkat. Nah konteks itu yang harus dilontarkan,” katanya.

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.