Persaingan dalam Organisasi

Persaingan dalam Organisasi

managemen sholat jamaah - organisasi - pemilihan lokasi

Suaramuslim.net – Motivasi dalam perusahaan harus dibangun. Anggota organisasi harus dimotivasi dalam bentuk persaingan antar anggota. Persaingan tidak hanya dengan perusahaan pesaing, namun juga antar karyawan. Dan dunia organisasi bisnis merupakan dunia yang menyediakan persaingan tinggi dalam membangun karir. Untuk itu organisasi harus menyediakan kesempatan untuk bersaing dalam prestasi.

“Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan sholat Jum’at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Ahmad; HR. Muslim)

Hadits di atas menunjukkan bahwa memang Islam mengajarkan cara agar kita menjadi nomor satu atau menjadi yang terdepan. Maka dalam sholat jama’ah, mereka yang berada di shaf yang pertama itu adalah orang yang berusaha untuk mendapat posisi terbaik. Posisi dalam barisan menunjukkan salah satu key performance indicator (KPI) yang harus diraih oleh setiap muslim, dan harus diperebutkan.

Hadits dari Abu Hurairah ra, “Seandainya manusia mengetahui pahala yang terdapat dalam panggilan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan diundi, niscaya mereka melakukannya.” (HR. Bukhari)

 وَلِكُلّٖ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَاۖ فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٰتِۚ أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١٤٨

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Sholat jama’ah mengajarkan pentingnya stimulasi dan motivasi eksternal dalam bentuk pemberian penghargaan berdasarkan kinerja. Mereka yang bermalas-malasan akan terbedakan hasilnya dengan mereka yang aktif meraih prestasi. Hal ini setidaknya tersirat dari hadits yang berkaitan dengan sholat jum’at. Bahwa seseorang akan mendapat penghargaan sesuai dengan prestasinya.

Jika tiba hari Jum’at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum’at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Ahmad)

Hadits di atas juga menunjukkan perlunya membangun internal rivalry dalam organisasi, untuk membangun produktivitas kerja. Anggota sebuah organisasi dapat distimulasi dengan penghargaan sesuai dengan kinerjanya masing-masing.

Penulis: Dr. Gancar C. Premananto*

*Koordinator Program Studi Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga Surabaya

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment