Pesan-Pesan Islam Hadji Agus Salim
Sampul buku (Foto: qbaca.com)

Judul Buku: Pesan-Pesan Islam, Rangkaian Kuliah Musim Semi 1953 di Cornell University Amerika Serikat

Penulis: KH Agus Salim

Penerbit: PT Mizan Pustaka

Cetakan: I, Mei 2011

Tebal: 389 halaman

Suaramuslim.net – Pada musim semi Januari hingga Juni tahun 1953, Hadji Agus Salim diundang oleh Cornell University memberi kuliah di kampus, Ithaca, Amerika Serikat tentang Islam dan kebudayaan Islam, khususnya sejarah Nabi Muhammad.

Beliau berhasil memberikan 31 kuliah dan rangkaian kuliah ini didasarkan pada beberapa catatan kecil yang beliau sampaikan secara lisan di luar kepala. Kemudian hasil rekaman kuliah ini berhasil dituangkan dalam bentuk tulisan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Melalui kuliah-kuliahnya ini, Hadji Agus Salim menjadi pelopor dalam mengenalkan Islam di Amerika Serikat (AS) sekaligus membangun dialog antar peradaban dan iman. Dalam penyampaian kuliahnya itu, di tengah-tengah cerita tentang kisah Nabi Muhammad, ia sering mengutip dan menggunakan cerita-cerita sejarah bangsa-bangsa Barat atau kejadian-kejadian dunia kontemporer. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dari Hadji Agus Salim dalam setiap dakwahnya, mengingat kuliah itu disampaikan di depan orang-orang Barat, Amerika Serikat.

Baca Juga :  Beginilah Pemberdayaan Masjid Saat Nabi di Madinah

Ada hal pokok yang menjadi benang merah dalam rangkaian kuliah Hadji Agus Salim. Pertama, uraian menjelaskan apa sesungguhnya Islam dengan kelima rukun Islam dan keenam rukun iman itu sangat rasional.

Sebagai contoh adalah pandangannya dalam menjelaskan cara mengatur shalat lima kali sehari, mengikuti perjalanan matahari sepanjang hari. Apabila kemudian kita berada di belahan bumi yang pembagian waktunya berubah sesuai dengan perubahan musim, seperti yang berlaku di Amerika Serikat. Maka secara rasional, beliau mengacu pada jadwal pembagian kegiatan kita sehari-hari yang umumnya tidak banyak berbeda di seluruh dunia.

Jadi, kelima waktu shalat diatur sesuai dengan kegiatan sehari-hari atau jadwal kerja yang berjalan normal terlepas dari perubahan musim. Yang terpenting, menyisihkan waktu lima kali sehari untuk menghadapkan wajah kita dan memusatkan jiwa raga kita kepada Tuhan.

Kedua, menjelaskan hal kontroversial yang dilarang penyiarannya oleh pihak Voice of America.  Beliau menyampaikan secara blak-blakan dalam bahasa Inggris kepada audience orang Amerika dari berbagai macam sumber bacaan buku, bahwa bangsa Arab senantiasa yakin dan umat muslim sekarang pun yakin bahwa kedatangan Nabi sudah diramalkan. Bahkan, juga diramalkan dalam kitab Injil.

Baca Juga :  Politik dalam Siyasah

Ketiga, merupakan hal ihwal Al Quran. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu sekitar tahun 610 M, bangsa-bangsa Barat belum mengetahui cara-cara membuat kertas. Begitu pun alat tulis menulis masih sulit diperoleh. Karena itu, tidak mengherankan apabila budaya membaca dan menulis terbatas pada sejumlah kecil penduduk. Oleh sebab itu, dapat dipahami apabila wahyu pertama yang diturunkan adalah “iqra”, kewajiban Rasul untuk membaca.

Menyusul kemudian “surah” dalam Al Quran yang merupakan ruangan yang dikelilingi pagar. Surah tidaklah identik dengan bab atau chapter dalam buku yang kemudian diatur secara beruntun. Bagaikan gagasan-gagasan pertama tentang “demokrasi” yang juga tidak lahir secara beruntun, tetapi tumbuh secara sporadik, maka ayat-ayat Al Quran tidaklah diturunkan dengan susunan metodik yang rapi beraturan.

Susunan Al Quran yang diterima oleh hampir seantero umat muslim sebagai Al Quran yang paling benar adalah mushaf Al Quran yang diterbitkan dalam masa pemerintahan khalifah ketiga, Utsman.

Kitab Al Quran ini dibagi dalam 86 surah dari zaman sebelum hijrah dan 28 surah dari masa setelah hijrah. Serta, penempatan ayat-ayat dalam surah dilakukan kemudian berdasarkan petunjuk Nabi. Setelah kita melewati masa berabad-abad, maka mushaf Al Quran inilah menjadi rujukan sampai sekarang, sehingga membantu kemurnian agama Islam.

Baca Juga :  Bacaan Surat Setelah Al Fatihah dalam Shalat Fardhu

Peresensi: Khoirul Anam

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.