Sudahkah Kita Mempersiapkan Generasi Yang Kuat
Ilustrasi santri, generasi penerus (Foto: Idntimes.com)

Suaramuslim.net ”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisaa: 9).

Kalau kita ingin melihat bagaimana kondisi bangsa dan negara ke depan terlebih perkembangan dan pemahaman Islam, maka kita dapat melihat bagaimana kondisi generasi muda sekarang ini. Oleh karena itu, penting menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, lebih dari itu adalah menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebutuhan dan kebiasaan yang selanjutnya teraplikasikan dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk itu kesempatan kali ini kami mengangkat generasi seperti judul di atas. Sebab tanggung jawab lahirnya generasi kuat bukan hanya oleh sekelompok orang melainkan tugas bersama saling koordinasi secara terpadu.

Terciptanya Generasi yang Tidak Lemah

Generasi yang tidak lemah atau bisa diartikan generasi yang kuat dalam menghadapi persaingan dan ujian kehidupan di dunia sekaligus generasi yang taat beribadah untuk persiapan hidup di akhirat menjadi dambaan dari setiap orang tua.

Baca Juga :  Konsep Pendidikan Anak Ala Rasulullah SAW

Sebagai orang tua, kita memiliki kewajiban mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang kuat. Untuk itu diperlukan beberapa syarat, di antaranya adalah ”Bila dalam rumah tangga itu ada seorang pria yang cakap, bijak dan salih menjadi suami sekaligus ayah bagi anak-anak dan juga ada seorang wanita yang cakap, bijak dan salihah menjadi istri sekaligus ibu bagi anak-anak.”

Apabila kondisi tersebut ada dalam sebuah keluarga, maka akan terlahir generasi terbaik yang dapat menenteramkan, menyenangkan dan menyejukkan hati kita sebagai orang tua sekaligus menjadi aset termahal yang pernah kita miliki apabila kelak meninggal dunia, karena mereka akan mendoakan kita.

Terlebih sekarang ini yang dibutuhkan bangsa dan negara utamanya keluarga, adalah lahirnya generasi yang kuat dalam kehidupan. Tentunya prasyarat lahirnya generasi kuat, harus tercipta terlebih dahulu dalam lingkungan keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

Pengalaman empiris, mengatakan bahwa generasi yang kuat akan lahir dalam keluarga yang kondusif dan memberi ruang kepada anak untuk berkembang. Tentunya hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah penguatan nilai-nilai agama dan contoh tauladan dari orang tua.

Baca Juga :  Ayah, Jangan Pernah Lelah

Survei mengatakan, para orang tua menyekolahkan anaknya didasari agar kelak anaknya mendapatkan kehidupan yang layak, berkecukupan serta berstatus sosial yang tinggi, dan lain lain. Kebanyakan orang tua hanya berorientasi pada kehidupan dunia. Mereka lupa bahwa tugas dan tanggung jawabnya adalah melahirkan generasi yang kuat untuk menghadapi kompetisi di dunia serta memiliki mental spiritual yang kuat sebagai bekal di akhirat.

Dapat dikatakan bahwa dua syarat di atas sebagai sesuatu yang “wajib“ sedangkan yang dicita-citakan orang tua pada anaknya adalah sesuatu yang “sunnah”. Maka, bagaimana kalau kita meluruskan penilaian kita, dari agar anak-anak kelak berhasil mendapatkan kehidupan yang layak, berkecukupan dan berstatus sosial yang tinggi, menjadi anak yang mampu menyejukkan dan mendoakan orang tuanya.

Sinergi Keluarga dan Sekolah

Lahirnya generasi yang kuat perlu sinergi dan koordinasi semua pihak. Salah satunya adalah bagaimana peran sekolah untuk mempercepat lahirnya generasi kuat. Oleh karena itu, menjadi pertimbangan tersendiri bagi orang tua untuk memilih sekolah bagi anak-anaknya. Ukurannya bukan hanya mahalnya biaya, karena tersedianya fasilitas yang lengkap. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana sekolah itu menerapkan kurikulum yang memberi ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan memberi kebebasan terukur serta membiasakan tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai agama di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Terapi untuk Mengatasi Inner Child, Luka Pengasuhan Masa Lalu

Dari persyaratan di atas, sekali lagi perlu keteladanan dari semua pihak, utamanya orang tua di rumah dan guru di sekolah. Anak akan lebih cepat meniru apa yang dilihat daripada apa yang dikatakan, baik oleh orang tua maupun gurunya.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala mampu melahirkan generasi kuat bukan hanya secara fisik, tetapi juga sosial ekonomi terlebih memiliki pemahaman agama yang mumpuni, sehingga anak-anak mampu hidup di zamannya dengan tetap bersendikan pada nilai-nilai agama. Mari kita jadikan anak investasi akhirat dengan bekal iman dan takwa.**

Penulis: Washil Bahalwan*

*Ketua Lazis Yamas
**Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.