Peta Mengerikan Caleg
Ilustrasi caleg (Foto: Merdeka.com)

Suaramuslim.net – Di bulan Desember (2018) saya sempatkan keliling Surabaya di antara agenda mengisi kajian-kajian. Saya melihat baliho-baliho caleg, saya merasa asing dengan mereka. Wajahnya pun tidak seperti saudara-saudara kita. Kemudian saya merenung lama, rasanya banyak yang mencalonkan diri bukan dari saudara dekat kita.

Saya kemudian diskusi dengan teman, ternyata dugaan saya mirip. Dari total caleg DPR RI, non-muslim dan etnis lain yang memang sudah pasti tidak sejalan dengan umat Islam kira-kira berjumlah 34%. Itu jalan jihad mereka, sah-sah saja. Namun dari sisi kami sebagai seorang muslim tentu hal tersebut menjadi alarm cukup keras. Sudah pasti mereka akan menolak kebijakan yang membela Islam. Yang patut diacungi jempol, mereka tahu cara mengubah negeri ini, tidak perlu penduduk banyak, biarkan penduduk sedikit saja, tapi banyak yang duduk di kursi legislatif.

Namun demikian bukan berarti kita masih punya 66% kekuatan, sisa 34% yang tadi. Ternyata tidak. Kelompok muslim juga ada yang liberal, pemikirannya sudah pasti menolak hal-hal semacam melarang judi, alasannya hak asasi manusia, atau pelacuran, alasannya memenjarakan kebebasan. Belum lagi jika kita telusur ke caleg-caleg yang disokong dana dari pengusaha. Mereka duduk membawa kepentingan penyokong dana. Maka dengan kata lain, dari sisa 66% rontok. Mungkin hanya 30% saja.

Baca Juga :  Putusan Ijtima’ Ulama IV: Menolak Ekonomi Kapitalisme Hingga Ideologi Komunisme

Jihad kita luar biasa berat. Kita seperti dikepung untuk kepentingan kelompok tertentu. Bukan untuk kepentingan bangsa Indonesia jangka panjang. Pertanyaan besarnya adalah, siapa yang masih memiliki bangsa Indonesia?

Jihad kita saat ini mengajak orang memilih yang benar. Memilih dengan hati. Meski itu bukan saya yang dipilih, tapi jangan berikan suara kita secara sia-sia. Kita memilih untuk kepentingan bangsa Indonesia, sesuai dengan suasana kebatinan para pendiri bangsa. Perjuangan belum selesai. Saya yakin masih banyak pemilih yang tidak mau menjual suaranya demi kepentingan sesaat. Saatnya memilih dengan hati.*

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

1 COMMENT

  1. Duuuh membaca tulisan pak Huda sy jadi ngeri…bgmn anak cucu kita kelak.
    Karena banyak info salah (baca Hoax) yg sering dijejalkan kepada kita….dan kadang kita tidak tahu klu itu memang benar-benar info yg salah….
    Belum lagi yg berkaitan dgn “kepentingan” tadi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here