Prabowo: Hati-hati, Kekuatan yang Selalu Ingin Mengadu Domba
(Foto: Google)

JAKARTA (Suaramuslim.net) — Ribuan umat Islam memadati area GOR Soemantri Brodjonegoro di Kawasan Rasuna Said Jakarta, Ahad (4/11). Selain melaksanakan Subuh berjamaah, dalam kegiatan tersebut juga diadakan Tabligh Akbar dan deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi).

Capres Nomor urut 2, Prabowo Subianto menyapa seluruh ulama, tokoh, masyarakat tak terkecuali emak-emak. Menurutnya emak-emak merupakan kaum hawa yang paling merasakan kesulitan ekonomi saat ini.

“Saya bangga emak-emak ini paling depan menyuarakan aspirasinya dan gigih dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Prabowo mengawali pidatonya.

Prabowo Subianto mengaku kaget dengan adanya Koppasandi. Hal itu mengingatkannya saat muda di Kopassandha.

“Saya telah akrab dengan ulama sejak saat itu dan saya tegaskan, umat Islam bukan umat yang ingin mengancam NKRI. Tidak boleh ada istilah ekstrem, intoleransi, radikal dan sebagainya yang disematkan kepada umat Islam,” lanjutnya.

Di sisa waktu lima bulan atau 150 hari menjelang Pilpres 2019 pada April mendatang, Prabowo mengingatkan kepada umat Islam tidak terpancing kiri dan kanan. “Saya tentunya kurang dalam ilmu agama, tetapi ilmu negara, ekonomi, perang, dan pertahanan saya paham. Hati-hati, kekuatan asing selalu ingin mengadu domba. Otak intel sangat pintar untuk memecah belah,” Prabowo memaparkan.

Baca Juga :  UBN Minta Pendukung Prabowo-Sandi Tunjukkan Akhlak di Media Sosial

“Sumpah Bhayangkari adalah sumpah membela negara, bukan membela kelompok. Adik-adikku, setialah kepada sumpah. Kau adalah pelindung kita semua. Adanya tentara, polisi, intel, itu dibayar oleh rakyat, oleh APBN. Kau adalah bhayangkari seluruh bangsa Indonesia,” tegas Prabowo dengan lantang.

“Saudara tau mana yang benar. Kalian harus membela seluruh rakyat Indonesia. Kami akan tunduk dan patuh kepada rakyat Indonesia. Demi Allah, saya akan patuh kepada rakyat Indonesia,” sambungnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo bernazar (janji), jika dirinya terpilih menjadi Presiden maka akan menjemput Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia. “Ingat, kekuasaan adalah amanat, kekuasaan akan datang dan pergi. Yang penting jangan sampai kita kehilangan kehormatan dan kecintaan dari rakyat,” tutupnya.

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.