Suaramuslim.net – Dalam hitungan hari, gong dimulainya ‘pertarungan’ Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan segera dimulai. 10 Agustus 2018 menjadi batas akhir pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Maka tak heran hari-hari ini baik di media sosial, media massa hingga obrolan warung kopi, kasak-kusuk para elit politik dalam menentukan konfigurasi Capres dan Cawapres menjadi perbincangan hangat.

Semua pihak, kalangan dan kelompok berkepentingan terhadap siapa yang akan muncul sebagai Capres dan Cawapres dalam Pilpres 2019, apakah mewakili aspirasi dan kepentingannya dan kelompoknya, atau tidak. Terlebih Umat Islam, tentu amat berkepentingan mengetahui dan kemudian menentukan siapa Capres dan Cawapres pilihan umat.

Maka sebagian ulama dan tokoh muslim di negeri ini berijtihad untuk memusyawarahkan bersama siapa Capres dan Cawapres yang dianggap siap memperjuangkan aspirasi umat ketika kelak terpilih menjadi Presiden. Meski tak mewakili umat Islam secara umum, dan telah menentukan bahwa Joko Widodo tak layak kembali diusung, forum semacam ijtima’ ulama kemarin menjadi warna baru dalam demokrasi di republik ini. Dimana perhatian umat Islam terhadap proses politik semakin meningkat, juga hal tersebut menjadi ikhtiar agar proses elektoral tidak hanya menjadi monopoli para elit.

Umat Islam yang hari ini nampak lebih aktif dalam memberikan reaksi terhadap proses politik, perlu disorot dari ragam disiplin yakni keilmuan, pandangan para politisi hingga pandangan ulama. Lebih jauh lagi penting untuk memetakan ragam kepentingan umat, dan harus diakui bahwa kalangan di tubuh umat Islam sendiri cukup beragam.

Menjadi penting untuk membincangkan dan mendiskusikan apakah ada perubahan kesadaran di kalangan umat Islam? untuk tidak terus menerus dijadikan objek elektoral para politisi. Bagaimana pengaruh aspirasi umat Islam terhadap proses elektoral? apakah ia mampu menjadi pertimbangan penting bagi para elit? dan menentukan percaturan yang selama ini hanya berlangsung dibalik layar.

Maka pada Rabu (8/8) Suara Muslim Radio Network dan Suaramuslim.net bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akan menyelenggarakan Obrolan Aktual Seputar Kebangsaan (OASE BANGSA) dan menghadirkan kalangan akademisi politik, para politisi baik dari oposisi maupun koalisi pemerintahan, hingga Majelis Ulama Indonesia. Akan hadir selaku peneliti senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Prof. Dr. Siti Zuhro, MA, lalu Ketua Pembina Harian Umsida Prof. Achmad Jainuri, MA, Ph.D , kemudian Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera sekaligus inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera, lalu Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Hasan Aminuddin, dan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad Buchory.

Diskursus seputar aspirasi umat dalam Pilpres 2019 akan intens didiskusikan dalam forum ini, dengan harapan menjadi sarana pencerahan bagi umat Islam dalam menyalurkan aspirasinya kedepan.

 

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.