Tiongkok Diduga Retas IPhone Warga Uighur Via Malware
Warga muslim Uighur melakukan protes kepada pemerintah Tiongkok. (Foto: AP)

DOHA (Suaramuslim.net) – Qatar disebut telah menarik dukungannya terhadap Tiongkok untuk menahan jutaan Muslim Uighur. Negara Teluk kecil itu awalnya adalah salah satu di antara 37 negara -termasuk Arab Saudi, Pakistan, dan Mesir- yang menulis surat kepada PBB untuk membela penangkapan Muslim Uighur sebagai “tindakan anti-terorisme dan deradikalisasi” yang sah.

Qatar kini sedang mengubah arah dan menulis kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk meminta agar namanya ditarik dari surat dukungan, menurut Bloomberg.

Ali al-Mansouri, duta besar Qatar untuk PBB di Jenewa mengatakan: “Kami ingin mempertahankan sikap netral dan kami menawarkan layanan mediasi dan fasilitasi kami.”

Negara-negara Muslim telah terpecah mengenai bagaimana menanggapi penangkapan sekitar 2 juta Muslim Uighur oleh Tiongkok. Turki mengutuk dan menuduh Beijing melakukan penyiksaan dan pencucian otak politik di kamp-kamp interniran.

Tetapi negara-negara Muslim terkemuka lainnya, terutama Arab Saudi, bersikeras bahwa Tiongkok dibenarkan dalam pendekatannya dan memuji pemerintah Tiongkok karena menanamkan “rasa kebahagiaan, pemenuhan, dan keamanan yang lebih kuat” di kalangan Muslim Uighur.

Baca Juga :  Kelompok HAM Serukan Pembebasan Anak-Anak Uighur yang Ditahan di Xinjiang

Langkah Qatar membawanya ke posisi tengah, di mana ia tidak lagi memuji Tiongkok secara terbuka tetapi juga tidak langsung kritis.

Pemerintah Qatar sering bertindak sebagai perantara pembicaraan antara pihak-pihak yang bertikai. Negosiator AS saat ini bertemu dengan perwakilan Taliban di Doha untuk pembicaraan damai, sementara Israel dan Hamas kadang-kadang menggunakan Qatar sebagai saluran untuk negosiasi tidak langsung.

Namun, peran Qatar sebagai pialang netral menjadi lebih rumit setelah negara-negara tetangganya di Teluk Arab memutus hubungan diplomatik dan memberlakukan blokade terhadap negara kecil namun kaya pada Juni 2017.

Arab Saudi, UEA, dan Mesir menuduh Qatar mendukung terorisme dan semakin dekat dengan Iran dan Turki, keduanya saingan Arab Teluk. Qatar membantah tuduhan itu. Krisis diplomatik masih belum terselesaikan sampai hari ini.

Surat awal yang mendukung Tiongkok ditulis setelah Inggris dan 21 negara Barat lainnya menulis surat pada bulan Juli yang mengutuk pendekatan Tiongkok terhadap Uighur. AS tidak menandatangani surat itu dan pemerintahan Trump telah mengambil pendekatan campuran untuk masalah ini.

Baca Juga :  Soal Uighur, Fadli Zon: Diplomasi Kita Turun, Presiden Sering Absen di Sidang PBB

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.