Renungan Dhuha

47

Surabaya (Suaramuslim.net) – Laal hamdu ya Rab, tsumma sholli wa sallim ‘ala habibika Muhammad wa aalihi wa shohbih.

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

-Advertisement-

“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari”. (Surah An-Naziat ayat 46).

Subhanallah … Begitu singkat hidup ini!

Ikhwah fillah
Mengingat masa anak-anak kita, dapat dilakukan beberapa menit.
Mengenang perjalanan hidup selama puluhan tahun, dapat dilakukan hanya dengan beberapa menit.
Seakan baru kemarin kita anak-kana.
Seakan baru kemarin kita remaja.
Semua pengalaman, suka dan duka, bahagia dan susah, sehat dan sakit, seakan baru kemarin.

Inilah kehidupan nyata.
Inilah yang dirasakan oleh orang tua.
Inilah yang dirasakan oleh orang yang mendekati ajalnya.

Kehidupan berlalu demikian cepat dan sangat singkat.
Siang terasa singkat.
Malam pun terasa cepat.
Jum’at ke Jum’a sangat terasa cepat.
Bulan berganti bulan sangat terasa cepat.
Bulan Ramadhan pun semakin dekat.
Semoga Allah mengaruniakan Ramadhan-Ramadhan penuh berkah kepada kita!

Baca Juga :  Hubungan dan Pengertian Iman, Islam, Kafir dan Takwa

Sungguh,, hidup yang sangat singkat ini tak pantas disia-siakan dengan dosa dan kelalaian!

Ya Rahman…
Berkahi hidup kami… Sempurnakan amal ibadah kami..
Ampuni dosa dan salah kami.

Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.