Rupiah jatuh karena pasar tidak percaya pada Prabowo? Ekonomi bukan Fisika

Suaramuslim.net – Sebagai ratu ilmu-ilmu sosial, ilmu Ekonomi disanjung sebagai ilmu yang makin pasti, paling penting bahkan nyaris disamakan dengan Fisika. Namun sebagai ilmu sosial, Ekonomi tidak pernah bebas nilai. Beda dengan Fisika.

Penulis the Wealth of Nation Adam Smith merumuskan ilmu ekonomi di atas pijakan the theory of moral sentiment. Pasar itu tidak netral. Sebagai tindak kolektif, pasar bekerja berdasarkan sentimen. Pasar bisa dipenuhi jin, banaspati, kuntilanak,  glembuk, gendam, dan copet.

Ekonomi adalah politik alokasi sumberdaya yang terbatas sedang politik sebagai kebajikan publik sangat sarat nilai dan kepentingan.

Ekonomi Indonesia seharusnya berkembang dengan nilai-nilai yang diamanahkan para ulama lurus dan cendekiawan negarawan pendiri bangsa dalam UUD 18/8/1945. Sayang segera setelah proklamasi kemerdekaan ilmu Ekonomi yang dipelajari di banyak kampus besar seperti UI dan UGM tidak dipijakkan pada nilai-nilai konstitusi sebagai norma-norma dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kampus-kampus itu bahkan mengimpor ilmu-ilmu Ekonomi kapitalis liberal yang dikembangkan di Barat sebagai pemenang Perang Dunia II.

Ilmu Ekonomi yang dipelajari di Harvard, Oxford, UI dan UGM sejak rezim Brettonwoods berlaku adalah ekonomi ribawi yang menjadikan bunga sebagai hal yang wajar, dan menjakan US Dollar sebagai hard currency.

Skema ekonomi Nekolimik ini adalah skema yang dipertahankan untuk melestarikan penjajahan melalui perang asimetris Dunia Pertama terhadap Dunia Ketiga. Namun sejak Nixon Shocks, riba itu merajalela saat US Dollar tidak lagi disandarkan pada emas. Pemerintah AS bisa setiap waktu mencetak US Dollar out of thin air sedang kita harus membelinya dengan emas, batubara, ikan, kayu, kopi, serta sawit.

Fakultas-Fakultas Ekonomi dan Bisnis di kampus-kampus diam seribu bahasa membiarkan skandal penipuan dan perampokan besar-besaran ini terjadi hingga hari ini.

Saat Rupiah dijatuhkan oleh plintiran sentimen atas pilihan nilai-nilai Presiden Prabowo sesuai amanah pasal 33 UUD 18/8/1945, kekuatan-kekuatan Nekolimik asing dan krooni-kroni domestiknya yang selama ini menjarah kekayaan nasional melakukan perlawanan. Sayang sekali, para akademisi kampus besar kita malah membuat narasi seolah Rupiah jatuh karena pasar tidak percaya pada kepemimpinan Prabowo.

Bangsa ini, termasuk para tokohnya mesti mewaspadai skenario Reformasi jilid II yang sedang dijalankan oleh kelompok Sekuler Liberal Radikal untuk membajak haluan baru kapal NKRI kembali ke nilai-nilai yang diamanahkan UUD 18/8/1945.

Reformasi 1998 terbukti mbelgedhes, dan skenario Indonesia gelap yang sekarang dijalankan ini hanya akan makin mbelgedhes bel geduwel beh: melestarikan para glembuk, gendam, dan copet di jagad politik nasional yang dirayakan oleh kekuatan Nekolimik asing yang ingin mempertahankan satus quo penjarahan kekayaan NKRI.  

Presiden Prabowo sedang berusaha keras mengubah haluan kapal NKRI ini menuju pelabuhan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Fisika berlaku di manapun dan kapanpun. Ilmu Ekonomi tidak. Ekonomi mengandaikan ruang dan waktu sejarah. Timing is key.

Tiba waktunya kini saat Barat sedang mengalami kemunduran moral, gravitasi bergerak ke Asia, dan Asia Tenggara adalah kawasan paling aman di dunia, NKRI mengambil kepemimpinan moral baru untuk kembali menyatakan kemerdekaan dari cengkraman Nekolimik.

Jika bangsa Iran dan Afghanistan mampu bangkit, bangsa ini perlu lebih percaya diri untuk bangkit. It will not be easy, but surely worth it. Tidak ada yang mudah untuk semua yang berharga. 

Gunung Anyar, Surabaya
Ahad 7 Juni 2026

Daniel Mohammad Rosyid
Rosyid College of Arts

Opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan, dapat memberikan hak jawabnya. Redaksi Suara Muslim akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.