saat jodoh belum kujung datang
Foto: hccvet.org

Suaramuslim.net – Jodoh memang termasuk rahasia ilahi. Sepenuhnya Allah yang tahu secara pasti. Tugas manusia hanya berusaha. Seperti halnya rezeki, jodoh juga harus diusahakan. Atau dengan bahasa lain: harus ikhtiar. Saat jodoh belum kunjung datang, 5 hal ini bisa kamu lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita menjemput jodoh idaman itu.

  1. Ngobrol secara hangat dengan ayah ibu atau wali nikah

Menikahkan anak adalah sebagian dari tanggung jawab utama ayah dan ibu. Kedua orangtua punya tanggung jawab untuk mengantarkan putra-putrinya menuju jenjang perkawinan yang baik. Memang setiap anak yang sudah cukup umur berhak mencari jodoh secara mandiri. Namun bimbingan dan arahan kedua orang tua dan wali tetap menjadi penting. Bisa jadi sudut pandangan kedua orang tua lebih bijaksana dan lebih banyak kemaslahatannya daripada sang anak.

-Advertisement-

Jalan tengah di antara hak dan kewajiban anak vs orangtua adalah musyawarah. Islam mengajarkan umatnya untuk membiasakan musyawarah dalam urusan kebaikan. Maka saat jodoh belum kunjung datang, kamu kudu ngobrol yang hangat dengan orangtuamu.

Ajaklah bicara secara santai. Bisa saat makan bersama atau pun saat ibadah bersama di rumah. Jika kamu berada di perantauan karena studi atau bekerja, sering-seringlah menelepon orangtua. Jagalah intensitas komunikasi. Apa saja kendala yang akan dan sering muncul selama proses perjodohan bisa didiskusikan dengan asyik tanpa beban.

  1. Silaturahim ke sanak kerabat 

Memiliki jaringan bisnis yang luas merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi jalannya usaha Anda. Jaringan yang luas, solid, dan kuat akan memberikan banyak benefit bagi bisnis Anda. Peluang kerjasama, pemasaran, atau bantuan dalam hal teknis merupakan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan jika Anda memiliki jaringan bisnis yang Anda bangun dengan baik.

Baca Juga :  Berniat Mencari Jodoh? Yuk Manfaatkan 3 Aplikasi Taaruf Ini

Itu jika kita sedang menjalankan bisnis. Demikian pula dengan saat jodoh belum kunjung datang. Perbanyaklah silaturahim kepada kerabat, baik dari keluarga ayah maupun keluarga ibu. Siapa tahu Allah memberi jalan yang baik saat jodoh belum kunjung datang.

Dan lebih bagus juga silaturahim ke kerabat yang lama terputus. Karena makna dari silaturahim adalah menyambung. ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahim”(HR. Bukhari). Itu janji yang diucapkan Nabi Muhammad. Janji ini disampaikan Nabi jauh sebelum pakar bisnis bicara soal jaringan bisnis. Bukankah silaturahim itu sama dengan membangun jaringan.

  1. Rutin menghadiri majelis ilmu

Menikah adalah ibadah. Jika kita bandingkan dengan sholat, maka durasi menikah jauh lebih panjang daripada sholat. Sholat wajib paling lama 10 menit saja. Namun menikah punya durasi seumur hidup. Bisa 50 tahun lebih jika Allah izinkan usia kita panjang. Dengan segala lika-liku pernikahan, maka bekal pernikahan juga harus banyak. Karena jarak perjalanannya sejauh usia kita. Bekal itu adalah ilmu.

Bagaimana ilmu agar menjadi suami yang qowwam (QS. An Nisa 34) dan bagaimana ilmu agar menjadi istri yang sholehah. Juga bagaimana ilmu menjadi ayah yang dan ibu teladan serta ilmu menjadi menantu, menjadi ipar, menjadi mertua, ilmu menjadi tetangga, dst. “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu.Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu.Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.” Demikian pesan para ulama untuk kita semua.

Rutin artinya kamu harus punya jadwal khusus. Misalnya sepekan sekali, seminggu sekali, atau bahkan lebih sering daripada itu. Jangan sampai kerjamu dan studimu mengalahkan ngajimu. Jangan kalah dengan ungkapan: jangan sampai kerjamu mengalahkan ngopimu. Masak mengaji seminggu sekali tidak bisa kita sempatkan? Bukankah hidup itu penuh kesulitan? Bukankah rumah tangga itu penuh gelombang? Maka ilmulah yang menjadikan bekalnya.

  1. Bergaullah dengan orang sholeh

Bagaimana menurutmu jika kamu sering nongkrong di toko parfum? Tentu kamu pasti terciprati bau harumnya meskipun kamu tidak membelinya. Itulah perumpamaan dari Rasulullah saw. tentang pergaulan dengan orang sholeh. “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Baca Juga :  Kebiasaan para Pencari Jodoh di Media Sosial

Sering-seringlah bergaul dengan orang yang banyak mengkaji agama dan banyak berdzikir. Mereka ini banyak beramal sholeh, bersedekah serta menghindari perbuatan dosa dan kesia-siaan. Mereka inilah yang disebut orang sholeh. Perbanyaklah minta nasihat kepada mereka. Siapa tahu nasihat mereka membuka wawasan dan mengungkap kesalahan kita sehingga dengan nasihat itu kita bisa perbaiki diri saat jodoh belum kunjung datang.

Harapannya adalah kita bisa terdorong untuk ikut beramal sholeh khususnya saat sendirian. Sehingga saat jodoh belum kunjung datang, bisa jadi orang-orang sholeh ikut mencarikan jodoh yang sholeh pula. Karena orang yang sholeh hanya akan mencari teman yang sholeh juga.

  1. Perbanyaklah doa

Karena jodoh itu rahasia Allah semata. Maka mintalah secara ikhlas kepada Allah pemilik jiwa raga dan hati manusia. Doa itu senjata utama kaum mukmin. Makin sering doa, maka itu menunjukkan kamu banyak mengingat Allah. Maka Allah akan mengingat kita. Jika kita jaga networking kita, maka Allah lebih pantas kita jaga hubungannya.

“Maka ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu  ingkar kepadaKu” (Qs. Al Baqarah  152). Saat jodoh belum kunjung datang, maka pertolongan Allah saja yang kita harapkan. Jika Allah ingat kepada kita, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga :  Saat Jodoh Tak Kunjung Datang, Apa yang Harus Dilakukan?

Pilihlah waktu-waktu yang spesial dalam berdoa seperti saat antara adzan dan iqomat, saat sahur, saat hujan, saat musafir/perjalanan, saat sedang berpuasa, saat berbuka puasa, dll.

Sambil berdoa secara mandiri, kita juga minta didoakan orang sholeh, dan juga ayah dan ibu kamu. Doa itu akan tembus ke langit. Dan Allah langsung yang mendengar doa-doa itu. Biarlah doa dan ikhtiar akan bertemu pada momen yang indah, dengan izin Allah tentunya. Saat jodoh belum kunjung datang, maka doa dan usaha akan berjalan beriringan.

Penulis: Oki Aryono
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.