Saat Jodoh Tak Kunjung Datang, Apa yang Harus Dilakukan?

869
Saat Jodoh Tak Kunjung Datang, Apa yang Harus Dilakukan

Suaramuslim.net – Jauh sebelum bumi tercipta, masalah jodoh telah tertulis di lauhul mahfudz. Namun, kenyataanya ada saja yang masih bingung memikirkan perkara ini. Bagaimana menyikapi jodoh yang tak kunjung muncul kejelasannya?

“Kapan menikah?” pertanyaan ini seringkali terasa menyebalkan bagi sebagian mereka yang masih sendiri atau belum menikah. Tak sedikit juga merasa risih dengan pertanyaan ini. Pertanyaan ini semakin membuat dada semakin sesak jika orang yang ditanya semakin berumur sementara masih melajang. Ketika usia berlanjut dewasa, ketika hati sudah tak betah lagi sendiri, ketika yang dinanti tak kunjung hadir, di saat teman sebaya satu-persatu sudah mulai kepelaminan maka pertanyaan “kapan menikah” bukan lagi sebagai bahan candaan, namun menjadi sebuah pisau tajam yang mengiris hati.

Jodoh tak kunjung hadir memang menjadi sebuah ujian tersendiri bagi mereka yang masih sendiri, tak ringan  menghadapinya apalagi harus terus menjaga diri dari berbagai goncangan jiwa. “Mengapa jodohku belum datang juga?”

Namun, ada anggapan bahwa jodoh adalah cerminan, bisa jadi anggapan itu benar. Di dalam surat An Nur ayat 26 Allah membocorkan Rahasia tentang jodoh.

Allah berfirman, “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Di dalam Islam, Allah pun telah mengupas tuntas prihal jodoh. Simak uraian berikut ini.

Jodoh Berada di Tangan Allah

Perkara jodoh, memang rahasia ilahi. Sebagaimana dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, di saat manusia masih berada dalam perut ibunya, “Kemudian diperintahkan malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya…”

Jodoh, termasuk rezeki seseorang. Jadi memang sudah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan, dan sudah ditulis di lauh mahfuzh. Dalam hal ini, manusia tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir tersebut, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa telah dituliskan baginya.” (Riwayat Muslim).

Sebenarnya, berusaha atau tidak berusaha, jodoh sudah ditetapkan. Tapi masalahnya bukan itu. Bahwa kita tetaplah dianggap berbuat keliru, bila kita tidak berusaha. Yang dituntut oleh Allah dari kita adalah upaya, ikhtiar dan niat baik. Jodoh tetap Allah yang menentukan. Jadi soal jodoh, rezeki dan takdir kita tidak berhak mengurusnya, tapi kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Dengan upaya yang benar dan niat yang bersih itulah, kita akan diberi pahala. Hasilnya, Allah yang menentukan.

Ketetapan, Bukan berarti Tanpa Usaha

Meski jodoh telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, namun mendapatkannya juga bukanlah tanpa usaha. Allah belum memeberi jodoh, mungkin Allah melihat kita belum pantas untuk berumah tangga, mungkin karena ilmu yang masih minim, pemahaman serta bekal yang masih kurang. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan belajar. Persiapkan banyak bekal untuk membangun rumah tangga. Bekal dan ilmu untuk menjadi seorang istri, menjadi seorang menantu serta menjadi seorang ibu bagi muslimah.

Selain usaha memantaskan diri, usaha lainnya adalah berupa ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dalam perkara ini seseorang juga harus menyempurnakan ikhtiar dalam mencari jodoh secara lansung. Sebagai contoh untuk muslimah bisa menyampaikan pada sahabat, temannya atau mungkin gurunya kalau dia sudah siap menikah. Karena bisa jadi dari teman, sahabat, saudara atau guru mendapatkan referensi jodoh untuk dirinya.

Karena Allah adalah sebaik-baik prasangka hamba-Nya. Mari terus berprasangka baik,  termasuk dalam penantian jodoh. (muf/smn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here