Salahkan Diri Sendiri
Ilustrasi ekspresi bersedih.

Suaramuslim.net – Pintu masuk setan yang teramat halus adalah perasaan menyalahkan keadaan. Biasanya meningkat menuju menyalahkan takdir. Dan ujungnya menyalahkan Allah.

Muncul perasaan Allah tidak adil, Allah subhanahu wa ta’ala tidak berpihak, Allah azza wa jalla tidak tepat menetapkan takdir.

Perasaan ini biasanya dibumbui dengan: “Saya kan sudah sedekah, sudah baik, sudah salat, gak ngapa-ngapain, kurang apa ketaatan saya, kok Allah giniin saya?”

Semua rasa itu membawa pada putus asanya kepada Allah. Ibadah jadi malas. Cenderung dendam sama keadaan. Marah sama Allah.

Di poster ayat ini, saya mengutip ayat tentang balasan bagi kafir Quraisy yang memerangi Nabi:

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيۡسَ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ

“Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.” QS 8:51.

Walau konteksnya perang Badar, dari tuntunan Rabb tersebut, kita seharusnya meyakini bahwa Allah azza wa jalla itu tidak pernah zalim pada hamba-Nya.

“Dzalika bima qaddamat aidihim,” demikian itu disebabkan oleh kelakuan tangan mereka sendiri.

“Wa annallaha laisa bi zollamil lil ‘abid,” dan sungguh-sungguh Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Jadi siapa yang salah?

Gunakanlah adab Nabi Yunus ‘alaihissalam: “inni kuntu minaz zalimin.” Sungguh aku termasuk orang yang zalim.

Hati penuh berhala. Berhala pujian makhluk. Berhala ketenaran. Berhala kehormatan. Berhala eksistensi. Berhala ingin dianggap anu dan anu. Itulah kezaliman yang harusnya kita sadari.

Kezaliman keangkuhan, merasa semua pencapaian adalah karena usaha sendiri. Allah hanya duduk di kursi cadangan. Dilibatkan kalau kepepet. Wajar sajalah hidup kita repot. Beginilah adab kita sama Allah.

Semoga ada manfaatnya. Berhentilah menyalahkan Allah, salahkan diri kita sendiri. Selesai. Allah akan beresin masalah kita.*

Penulis: Rendy Saputra – Risalah Masjid Cahaya

*Opini yang terkandung di dalam artikel ini adalah milik penulis pribadi, dan tidak merefleksikan kebijakan editorial Suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.