Viral Pernyataan Kiai Dahlan Terkait Bencana, Begini Konteksnya
Ilustrasi KH Ahmad Dahlan. (Foto: Google)

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Bencana kembali terjadi, kali ini Jawa Timur dan Bali terkena imbasnya, cukup besar, yakni berkekuatan 6,4 SR. Data yang dirilis BNPB sekitar 3 orang meninggal dan 4 orang luka-luka.

Hal ini memperpanjang duka bagi Indonesia. Setelah Lombok diguncang beberapa kali, disusul Palu dan Donggala, kini Sumenep dan wilayah Jawa Timur.

Korban jiwa, kerusakan rumah, hilangnya harta benda, menjadi tidak terhindarkan dan menjadi musibah yang harus menjadi muhasabah.

Jauh beberapa dekade sebelum ini, sekitar satu abad yang lalu, KH Ahmad Dahlan, pendiri persyarikatan Muhammadiyah pernah berpesan bila sering terjadi bencana, maka ada yang salah dengan manusianya. Berikut pesan Kiai Ahmad Dahlan:

“Perhatikan alam dan bangsamu jika di suatu bangsa yang beriman mereka mengaku sebagai pemimpin yang baik.

Namun jika terjadi kerusakan akibat bencana alam yang berturut-turut maka itu pertanda rusak pemimpinmu.

Jika rusak pemimpinmu maka rusaklah tatanan masyarakatmu, mereka saling memfitnah, saling menghujat, saling mencela tak bisa terhindarkan. Di saat itu Allah memberi peringatan bagimu dengan berupa musibah yang tiada henti.”

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

*Viral Pernyataan Kiai Dahlan Terkait Bencana, Begini Konteksnya

Baca Juga :  Qurban di Gumantar, Diantara Masjid yang Telah Jadi Reruntuhan

6 COMMENTS

  1. Mari sekilas membahas KH. Ahmad Dahlan ya.. Biar gak jadi fitnah.

    Nama asli KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis. Beliau adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara.
    Beliau lahir tanggal 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923.

    Logika 1: Pada tahun 1923 KH Ahmad Dahlan wafat, Indonesia itu masih belum merdeka.

    Logika 2: Lalu siapa yg disebut pemimpin di kalimat ini? Indonesia masih berjuang melawan penjajah. Boro-boro ngomongin Pemilu, Pilkada atau Pilpres. Soekarno lahir 6 Juni 1901. Jadi tahun 1923 KH Ahmad Dahlan meninggal, Soekarno masih berusia 22 tahun. Masih ijo royo-royo.

    Logika 3: Saling memfitnah, saling menghujat, saling mencela tak bisa terhindarkan? Ini semua terjadi sejak internet, aplikasi bbm, wa dan facebook dibuat. Apa pernah dalam sejarah pada zaman perjuangan sebelum merdeka tahun 1945 itu sudah ngomongin soal ini.

    Logika 4: Kalau benar KH Ahmad Dahlan ngomong musibah yang tiada henti, maka pasti musibah yg dimaksud adalah Penjajah Belanda yg sudah menjajah Indonesia 300 tahun lebih.

    Jangan asal ngutip ya…

    Sumber : Biografi dan Pemikiran KH. Ahmad Dahlan
    http://digilib.uin-suka.ac.id/5496/2/BAB%20II%2CIII.pdf

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.