Serukan Jihad Ekonomi, Muhammadiyah Gelar Pertemuan Saudagar

Serukan Jihad Ekonomi, Muhammadiyah Gelar Pertemuan Saudagar

Serukan Jihad Ekonomi, Muhammadiyah Gelar Pertemuan Saudagar

Suaramuslim.net – Tak ingin umat Islam terus dikuasai umat lain di bidang ekonomi, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Business to Business Muhammadiyah, Sabtu-Ahad (16-17/12), di Hotel Orchid, Batu, Malang.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperkuat pangsa ekonomi Umat Islam umumnya dan Muhammadiyah khususnya itu juga menjadi ajang silaturrahim saudagar Muhammadiyah Jawa Timur.

“Kegiatan ini dilakukan guna silaturahmi, tatap muka, sekaligus sharing mengenai bisnis, kendala dan sebagainya,” ujar Bahtiar Effendy, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Muhammadiyah Jawa Timur.

Menambahkan Bahtiar, DR. Indra. N. Fauzy, selaku ketua panitia, mengatakan bahwa dengan kegiatan ini nantinya akan mengembangkan bisnis-bisnis yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Ia mengatakan bahwa nantinya akan mengembangkan kampung-kampung bisnis  milik Muhammadiyah. “Usahanya boleh jadi milik saudagar, tetapi yang mengelola Muhammadiyah,” tuturnya dalam sambutannya di hadapan lebih dari 200 orang saudagar itu.

Sebagian besar peserta berasal dari asal Jawa Timur. Namun, beberapa peserta juga hadir dari luar Jawa Timur, seperti Jawa Barat, Bali, bahkan dari Aljazair. Dalam pertemuan itu, Umar, pengusaha asal Aljazair ini menawarkan peluang ekspor kurma ke Indonesia dengan harga yang lebih miring.

 

Saatnya Umat Islam Jihad Ekonomi

Melihat kondisi ekonomi umat Islam saat ini, DR. Sa’ad Ibrahim, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan bahwa yang harus dilakukan oleh umat Islam sekarang ialah “jihad iqtishadi” atau jihad di bidang ekonomi.

Ia menyebutkan faktor-faktor yang mampu mengendalikan massa. Pertama faktor negara (state), kedua faktor society, ketiga faktor media, keempat faktor pasar. Keadaannya sekarang, lanjutnya, bisa jadi massa dikendalikan oleh pasar. Oleh karena itu, mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah ketika sampai di Madinah yakni membangun pasar, bahwa “jihad iqtishadi” itu penting untuk dilakukan. Yang kedua, beliau berpesan bahwa seluruh saudagar-saudagar Muhammadiyah harus berorientasi “global” bukan hanya lokal. Dengan harapan agar saudagar-saudagar Muhammadiyah ini mampu mengembangkan bisinis mereka hingga ke luar negeri.

Masfuk, ketua umum PAN Surabaya dan salah satu owner Eka Group yang membawahi bidang perhiasan yang turut hadir mengatakan bahwa Indonesia ini merupakan wilayah yang enak, subur, makmur, tetapi lebih dari 75% tanah mereka bukan dikuasai pribumi.

Dengan setengah berkelakar ia mengatakan, “Anak muda Indonesia kalau nyanyi lagu Indonesia Raya badannya tegap, tapi yang orang lain di sampingnya meledek, ‘Loe nyanyi tegap tapi tanah loe punya gua’.” Yang kemudian disambut gelak tawa hadirin.

Lebih lanjut, pembesar Muhammadiyah ini dengan berapi-api mengatakan bahwa warga Muhammadiyah sebagai cerminan dari mayoritas umat Muslim di Indonesia diharapkan bangkit memperkuat ekonomi Umat. Kader Muhammadiyah harus concern ke bisnis, jangan sampai kalah dengan umat lain.

Serukan Jihad Ekonomi, Muhammadiyah Gelar Pertemuan Saudagar 3

Kontributor: Abby Fadhilah Yahya
Editor: Muhammad Nashir

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment