Soal Tabloid Indonesia Barokah, Ini Klarifikasi Ipang Wahid
Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Ipang Wahid.

JAKARTA (Suaramuslim.net) — Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Ipang Wahid membantah tudingan soal keterkaitan dirinya dengan tabloid ‘Indonesia Barokah’.

Dalam akun Instagramnya (27/1), Ipang mengunggah video berjudul ‘Islam Itu…’. Di pojok kanan atasnya terdapat logo yang juga dipakai tabloid ‘Indonesia Barokah’.

-Advertisement-

Sebagai pegiat, Ipang menjelaskan, Indonesia Barokah merupakan gerakan yang bersifat terbuka dan siapa pun bisa berkontribusi.

“Indonesia Barokah adalah gerakan yang bersifat terbuka; siapa pun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi. Berkontribusi apa? Sebagaimana namanya “Indonesia Barokah”; berkontribusi untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia,” kata Ipang dalam akun Instagramnya, Ahad (27/1).

Ipang menambahkan, dirinya sama sekali tidak terlibat dengan tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang diketahui sudah menyebar ke beberapa daerah. Ia juga menegaskan bukan pembuat atau dalang dari tabloid itu.

“Lantas, apa hubungan Ipang Wahid dengan tabloid Indonesia Barokah? Sama sekali tidak ada. Terkait tabloid Indonesia Barokah, demi Allah saya tegaskan bahwa saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah,” jelas anak dari Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid ini.

Baca Juga :  Polemik Tabloid Indonesia Barokah

Ipang pun membeberkan sejumlah penjelasan atas bantahannya tersebut. Menurutnya “Indonesia Barokah” bukan organisasi. Apalagi badan usaha. Itu lebih seperti kumpulan pemikiran dari banyak orang. Satu di antara dasarnya adalah kegelisahan terhadap maraknya fitnah dan hoax yang alih-alih mendatangkan kebaikan bagi Indonesia, tapi justru dapat memecah belah bangsa.

Karena terbuka, lanjut Ipang, maka ada begitu banyak orang baik sepemikiran, yang ingin ikut berkontribusi dalam membuat karya konten kreatif dengan segala bentuknya.

Ipang mengaku dirinya hanya terlibat dalam beberapa proyek garapan berupa 3 konten video, yakni ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’ dan ‘Parodi Bohemian. Menurut Ipang, karyanya itu berisi pesan kebaikan.

“Semua pesannya jelas mengajak kepada kebaikan. Apa yang saya dan beberapa kawan lakukan adalah menyampaikan pesan sejuk dan menyatukan. Menjauhi hasutan dan agenda-agenda provokatif. Mengingatkan kembali akan Islam yang rahmatan lil ’alamin,” tulis sutradara iklan ini.

Soal tabloid “Indonesia Barokah” yang dituding menyudutkan paslon capres-cawapres yang jadi lawan Jokowi-Kiai Ma’ruf di Pilpres 2019, Ipang bersumpah tidak terlibat dalam pembuatan atau pun penyebarannya.

Baca Juga :  Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

Ipang pun menutup klarifikasinya di Instagram itu sambil berharap tidak terjadi fitnah.

“Karena sifatnya yang terbuka, gerakan dan isinya yang beragam itu mungkin saja ada sebagian yang kemudian menjadi multi tafsir. Tergantung kepentingannya. Tetapi secara substansi, sekali lagi seperti namanya, “Indonesia Barokah”, gerakan ini bertujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia. Demikian penjelasannya agar tidak menjadi fitnah,” pungkasnya.

Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menduga di balik maraknya penyebaran tabloid Indonesia Barokah ada keterlibatan Ipang Wahid.

“Ya, itu patut diduga, terindikasi. Makanya kita tunggu klarifikasi Mas Ipang,” kata Andre Rosiade, Ahad (27/1).

Reporter: Teguh Imami
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.