Warga Palestina belanja menggunakan Humanity Card. (Foto: Global Humanity Response - ACT)

YERUSALEM (Suaramuslim.net) – Provokasi polisi Israel kepada jemaah Palestina di Masjid Al Aqsa selama tiga tahun terakhir mengakibatkan sejumlah orang terluka. Keadaan masjid juga rusak karena polisi Israel menggunakan granat, peluru, dan gas air mata. Israel pun menyatakan masyarakat pelindung Al Aqsa, yang disebut murabithun, sebagai kelompok ilegal.

Para murabithun tetap tidak gentar walau kerap mendapatkan perlakuan kasar berupa serangan. Mereka tetap memelihara Masjid Al Aqsa di tengah ancaman hidup yang mereka terima serta keterbatasan finansial yang ada.

Keadaan itu membuat masyarakat dunia berempati atas keadaan para pejuang Palestina, begitu pun dengan masyarakat Indonesia. Jarak sejauh lebih dari 13 ribu kilo meter tidak menghalangi para dermawan Indonesia untuk membantu mereka.

Bantuan kemanusiaan senantiasa dikirimkan kepada murabithun yang menjaga Al Aqsa. Januari-Februari lalu, ratusan bantuan pangan diberikan dalam bentuk Humanity Card.

“Program ini diperuntukkan bagi 300 kepala keluarga murabithun Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat. Dengan Humanity Card mereka dapat berbelanja sesuai jumlah top-up kartu tiap bulannya,” kata Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Baca Juga :  Israel Desak Amerika Keluar Dari Dewan HAM PBB

Konflik membuat ketahanan pangan di Palestina lemah. Berdasarkan data yang dirilis Reliefweb pada awal 2019, kerawanan pangan terjadi pada 15 persen pengungsi, seperempatnya melanda para pengungsi yang tinggal di kamp pengungsian.

Ikhtiar bangsa Indonesia menjaga Palestina dari kelaparan telah dilakukan sejak 12 tahun silam. Pada periode 2006-2007, ACT menunaikan bantuan itu dalam bentuk paket pangan. Hingga saat ini, ikhtiar itu terus dilakukan dalam wujud program yang lebih variatif.

“Penerima manfaat Humanity Card Gaza dan al Aqsa hingga akhir 2018 telah mencapai 50 ribu jiwa,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Bukan hanya di Yerusalem, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia juga disampaikan ACT kepada para pengungsi di Gaza. Desember hingga Februari lalu, ratusan selimut, kasur, penghangat ruangan, plastik nilon (digunakan untuk menutupi atap atau dinding yang bocor), bahkan hingga bantuan sewa rumah untuk keluarga yang terancam harus hidup di jalanan di musim dingin diberikan kepada warga Gaza.

Baca Juga :  Besok Parlemen Israel Akan Sahkan RUU Yahudisasi Yerusalem

Sumber: Rilis ACT
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.