Surat Yasin Buat Orang Sekarat?

Surat Yasin Buat Orang Sekarat?

Suaramuslim.net – Surah Yasin adalah surah yang paling populer di kalangan orang awam di Indonesia. Fenomena ini bisa ditemukan di kampung-kampung dan pedesaan di pulau Jawa dan Madura. Apalagi kalau ada acara tahlilan maupun peringatan 7, 40, 100 dan 1000 hari kematian, buku saku Yasin dan Tahlil dicetak dan dibagi-bagikan secara gratis.

Surah Yasin diyakini sebagai hati (inti) Al Quran. Konon kalau rajin membacanya bisa mempercepat datangnya jodoh. Bukan itu saja, ada yang meyakini begini: barangsiapa yang menulis surah Yasin kemudian meminumnya maka telah masuk ke dalam perutnya 1000 cahaya, 1000 rahmat, 1000 berkah, dan 1000 obat. “Aya-aya wae…” kata orang sunda. Hasil penelitian yang dilakukan Yazid ibn Abdul Qadir Jawas (Yasinan, Pustaka Abdullah, 2005), ternyata semua hadits tentang fadhilah atau keutamaan surah Yasin tidak ada yang shahih.

Berbicara surat Yasin, keseluruhan ayat-ayat dalam surat ini diturunkan di Makkah dan hanya ayat ke 12 turun di Madinah, berkaitan dengan keinginan Bani Salamah meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka menuju lokasi Masjid Nabawi. Prof Quraish Shihab menyimpulkan, surat ini berada diurutan ke 41 dari segi perurutan turunnya. Ia turun setelah surat al-Jinn dan sebelum surah  Al Furqan. Surah ini juga punya ciri-ciri tertentu, seperti ayat-ayatnya yang tidak panjang serta kemudahan pengucapannya. Tujuan uraiannya adalah menanamkan aqidah, kebenaran Al Quran dan keniscayaan kiamat (Quraish shihab, “Tafsir al-Misbah”, Lentera hati, 2005, hal 501-502).

Teringat saya akan kisah buya Hamka. Masih ada kaitan dengan Surat Yasin. Beliau pernah membacakan surat Yasin kepada seseorang yang dalam keadaan sekarat. Beliau menceritakan pengalamannya ketika pergi menziarahi seorang saudara yang sakit tepatnya, di Rumah Sakit Pelni. Beliau mendapati bahwa di sebelah kamar saudaranya ada wanita separuh baya sekitar, 50 tahun sedang dikerumuni ahli keluarga. Wanita separuh baya tersebut ternyata dalam keadaan sekarat, tetapi kelihatan begitu sulit untuk melepaskan napasnya.

Sudah berulang kali dibacakan syahadat, tidak didengar juga, makin lama bertambah sulit melepas napas. Beberapa menit setelah itu, datang beberapa anggota dari keluarga tersebut, bertujuan untuk meminta bantuan. Sehingga saat itu beliau duduk di dekat pembaringan wanita separuh baya tersebut dengan membaca surat Yasin dengan suara yang tenang, khusyu sambil berdoa kepada Allah dengan permohonan agar jangan dibiarkan lama menderita bila memang sudah tiba waktunya. Sejak mulai ayat pertama Yaa-siin dibaca, wanita paruh baya tadi napasnya tidak lagi menghempas-hempas. Kian lama kian tenang dan di ujung ayat yang dibaca, akhirnya wanita tadi menghembuskan napasnya yang terakhir. (artikel Ali Audah, “Hamka Kepribadian seorang Ulama”, Uhamka Press, hal 49-50).

Demikianlah pengalaman salah seorang tokoh Muhammadiyah ketika membacakan surat Yasin bagi seorang pasien yang sedang menanti ajal. Boleh juga kita tiru. Ini termasuk sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ”Bacakanlah surah Yasin bagi orang yang sedang akan Mati” (HR. an-Nasa’i).

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment