Tanya Jawab Fikih Puasa, Shalat Tarawih di Rumah

Tanya Jawab Fikih Puasa, Shalat Tarawih di Rumah

Suaramuslim.net – Shalat Tarawih adalah Qiyamul lail yang dilakukan saat Ramadhan. Di masyarakat kita, banyak perbedaan, baik dari jumlah rakaatnya, maupun tata cara pelaksanaannya. Berikut salah satu pertanyaan dari masyarakat mengenai shalat tarawih?

Tanya

Assalamualaikum Ust. Jun, apakah diperbolehkan sholat tarawih di rumah saja?

Jawab

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh

بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Ya boleh saja, sebagaimana pernyataan Imam An Nawawi dalam kitab Majmu’ nya;

أما حكم المسألة فصلاة التراويح سنة بإجماع العلماء … وتجوز منفردا وجماعة

Hukum mengenai masalah tarawih, bahwa shalat tarawih hukumnya sunah dengan sepakat ulama dan boleh dikerjakan sendiri maupun berjamaah. (al-Majmu’ 4/31).

Cuman tetap tidak afdhal (tidak mendapat keutamaan) karena;

1. Meski itu shalat sunnah, para sahabat atas petunjuk sayidina Umar bin Khattab meminta untuk berjamaah di masjid.

2. Bukankah ada hadis yang menyatakan sholatlah tarawih bersama imam sampai selesai (salam). Itu menunjukkan adanya shalat tarawih berjamaah di masjid.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَة

“Barangsiapa yang shalat tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat semalam penuh”. (HR. Nasai nomor 1605, Ibn Majah nomor 1327)

3. Itu syiar karena menunjukkan hebatnya ukhuwah Islam

Berkata Imam Nawawi,

فقال الشافعي وجمهور أصحابه وأبو حنيفة وأحمد وبعض المالكية وغيرهم الأفضل صلاتها جماعة كما فعله عمر بن الخطاب والصحابة رضي الله عنهم واستمر عمل المسلمين عليه لأنه من الشعائر الظاهرة فأشبه صلاة العيد

“Imam Syafi’i, beserta mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa lebih utama shalat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah. Sebagaimana yang dilakukan Umar bin Khattab dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Kaum muslimin pun terus menerus melakukan shalat ini secara berjama’ah karena merupakan syi’ar islam yang nampak sehingga serupa dengan shalat ‘id.

Wallahu A’lam

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Leave a comment