Umrah Mandiri; Dari Persiapan Hingga Kembali
Ilustrasi jemaah yang beribadah di Kakbah, Makkah al Mukaramah.

Suaramuslim.net – Belakangan umrah mandiri sudah mulai marak dan dikenal oleh banyak orang di Indonesia. Mudahnya akses informasi dan transportasi menjadi salah satu pendorong kuat meningkatnya jumlah jemaah yang pergi ke tanah suci secara mandiri. Terutama dari media sosial dan jaringan internet.

Sebenarnya sudah sejak lama umat Islam mengenal dan terbiasa dengan umrah mandiri khususnya mereka yang berasal dari negara–negara yang jarak dan letak geografisnya tidak sejauh dan sesusah Indonesia. Hingga saat ini pun, jemaah–jemaah dari negara lain kebanyakan datang secara mandiri untuk menunaikan ibadah yang Allah janjikan ampunan dosa sebagai balasannya tersebut.

Pada dasarnya, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, umrah mandiri atau dengan jasa travel adalah dua cara yang sama–sama baik selama niatnya semata karena Allah SWT. Oleh karena itu, tulisan in tidak bermaksud untuk melebihkan umrah mandiri atas umrah dengan jasa travel sebagaimana lumrahnya masyarakat di Indonesia, akan tetapi hanya sebatas tambahan opsi dan informasi bagi mereka yang membutuhkannya.

Lalu hal–hal apa sajakah yang harus dipersiapkan untuk kemudahan dan kelancaran perjalanan umrah secara mandiri? Berikut adalah jawabannya;

Mental dan ilmu

Hal pertama yang harus dipersiapkan oleh orang yang ingin menunaikan umrah secara mandiri adalah mental dan ilmu. Tentunya setelah niat yang kuat dan ikhlas semata karena Allah SWT.

Mental yang kuat dan ilmu yang cukup adalah dua modal utama yang harus dimiliki untuk kemudahan dan kesuksesan perjalanan menyambut panggilan Allah SWT ke Baitullah. Tanpa keduanya, dipastikan akan sangat sulit untuk dapat melaksanakan perjalanan jauh lagi bernilai ibadah ini.

Mengapa mental dan ilmu sangat penting? Karena kebanyakan orang memang merasa takut dan khawatir akan banyak hal untuk mengadakan perjalanan ke daerah yang asing baginya. Terlebih jika terkendala masalah bahasa sebagai modal untuk berkomunikasi. Ditambah lagi ini adalah perjalanan umrah. Maka tidak heran -sebagaimana diceritakan banyak muthawif- kebanyakan jemaah masih banyak yang bertanya –meskipun sudah dijelaskan berkali–kali.

Oleh karena itulah, jika memang berniat untuk pergi umrah, tugas pertama adalah menghancurkan tembok kekhawatiran dan rasa takut di dalam diri dengan banyak mempelajari hal–hal terkait dengan perjalanan umrah.

Biaya

Meskipun lebih murah dari umrah via travel, tetap saja yang namanya perjalanan jauh akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi perjalanan tersebut antar negara dan tidak hanya sehari dua hari.

Hal tersebut masuk akal, mengingat jarak yang jauh dan perbedaan taraf kebutuhan hidup di Saudi Arabia yang lebih tinggi dari kebutuhan hidup kebanyakan daerah di Indonesia. Apalagi jika tidak pandai–pandai mengatur keuangan, biaya yang dihabiskan justru bisa lebih besar dari umrah biasanya.

Berbeda dengan umrah via penyedia jasa perjalanan umrah di mana biayanya sudah satu paket yang “fixed price”, artinya “terima beres” hingga kembali ke tanah air, umrah mandiri harus mengatur sendiri semua biaya yang diperlukan selama perjalanan. Oleh karenanya, biaya yang dibutuhkan tergantung masing–masing individu. Namun demikian, estimasi dana yang dibutuhkan bisa berkisar 15–40 juta per orang sesuai dengan transportasi, akomodasi, dan lama waktu tinggalnya.

Surat–Surat Perjalanan

  • Tiket pesawat

Saat ini alat transportasi yang paling mudah dan efisien untuk menuju tanah suci adalah pesawat terbang. Meskipun ada juga transportasi laut dan darat, pilihan terbaik hingga saat ini adalah pesawat terbang.

Banyak sekali maskapai penerbangan yang bisa dijadikan pilihan untuk pergi ke tanah suci, sehingga tidak jarang juga dari mereka memberikan diskon atau harga spesial sebagai upaya persaingan antar maskapai untuk menarik minat penumpang. Ditambah lagi dengan hadirnya maskapai lowcost (bertarif rendah) yang mulai digandrungi banyak orang.

Sejauh ini harga diskon terbaik yang pernah ada adalah 5 juta rupiah untuk perjalanan pulang-pergi Jakarta–Jeddah. Sedangkan harga normal untuk perjalanan pulang pergi Jakarta–Jeddah bekisar di harga 7–8 jutaan.

  • Passport

Passport merupakan kebutuhan wajib bagi setiap orang yang ingin bepergian ke luar negeri. Jika tidak ada passport, seseorang tidak boleh keluar atau masuk sebuah negara. Begitu pun orang yang berniat ibadah ke tanah suci.

Uniknya, passport ini ibarat langkah pertama untuk sampai ke Baitullah. Jika passport sudah ada, maka langkah–langkah selanjutnya akan lebih mudah. Oleh karena itu, bagi yang ingin umrah namun belum punya passport maka bersegeralah untuk membuatnya meskipun belum tahu kapan ia akan digunakan.

  • Visa

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memiliki kebijakan yang cukup ketat terkait dengan izin masuk dan keluar negara tersebut, sehingga tanpa adanya visa; baik visa kerja, diplomasi, ziarah, transit atau visa umrah, masuk ke Arab Saudi termasuk hal yang mustahil.

Mendapatkan visa umrah pun tergolong hal yang tidak mudah jika tidak melalu jasa travel. Tentu saja ini juga merupakan kebijakan yang datangnya dari pemerintah Arab Saudi sendiri. Maka dari itu, jika ingin mengajukan permohonan visa umrah, cobalah untuk mendekati travel–travel yang sudah ada. Biasanya travel akan menawarkan jasa pembelian tiket sebagai syarat mendapatkan visa.

  • Surat Mahram

Surat Mahram wajib bagi setiap wanita yang ingin memasuki Saudi Arabia karena wanita tidak diizinkan masuk ke negara tauhid tersebut tanpa ditemani mahram, termasuk bagi mereka yang ingin menunaikan haji dan umrah.

Maka disarankan bagi seorang wanita yang belum menikah atau tidak punya mahram yang bisa menemani dalam perjalanan umrah mandiri, maka segeralah menikah dan ajak pasangannya untuk berpetualang seru umrah backpackeran.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.