UPK Monas: Acara Bela Baitul Maqdis Bersih, Beda Dengan Bagi-Bagi Sembako

91
Sejumlah petugas UPK Monash tampak bersantai sambil menikmati sarapan dari panitia aksi bela baitul maqdis di dalam kawasan monas

JAKARTA (Suaramuslim.net) – Aksi Bela Baitul Maqdis yang dilakukan pada Jumat (11/5) di Monumen Nasional Jakarta bersih dari serakan sampah. Hal ini diakui sendiri oleh Unit Perawatan Kawasan Monumen Nasional (UPK Monas) yang bertugas pada saat itu kepada Suaramuslim.net. Menurutnya acara Baitul Maqdis yang ia sebut sebagai “acara majelis” jauh dari sampah karena mempunyai banyak relawan kebersihan.

“Kalau acara majelis begini bersih, kita gak terlalu capek beda kalau yang acara tanggal dua puluh delapan (bagi-bagi sembako) kemaren, gak ada relawannya yang jelas,” ujar Sirtiwa salah satu petugas UPK Monas, Jum’at (11/5) di dalam Kawasan Monumen Nasional Jakarta.

“Sering acara-acara begini (acara Baitul Maqdis) bersih dulu baru mereka bubar,” tambah Ahmad Fuad yang juga satu sektor di UPK Monas dengan Sirtiwa.

Lebih lanjut ia mengatakan pada saat acara bagi-bagi sembako di Monumen Nasional Jakarta (28/4) membutuhkan dua hari kerja untuk membersihkan sampahnya. Selain karena saat acara itu Monas padat dengan pengunjung tetapi juga sampah yang berserakan sangat banyak.

“Sampek malam (membersihkannya), minggunya juga nerusin,” tambah Sirtiwa yang merupakan salah satu petugas UPK Monas yang  satu sektornya berjumlah 30 orang.

Sirtiwa mengaku senang jika ada acara-acara kegiatan seperti Aksi Bela Baitul Maqdis. Selain karena tidak meninggalkan sampah yang berserakan, acara semacam ini juga disertai banyak makanan.

“Alhamdulilah sudah (sarapan) bahkan pagi-pagi tadi kita sudah ditawarin, tapi kita jawab mau nyapu dulu, karena memang kalau pagi banyak daun-daun yang rontok”, ungkapnya.

Acara Bela Baitul Maqdis adalah acara untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dari penjajahan zionis Israel. Acara ini juga menolak klaim sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin tetap memindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Reporter: Ali Hasibuan
Editor: Muhammad Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here