Ustaz Zaitun Rasmin, Pemimpin Harus Bisa Menyatukan dan Menyejahterakan Rakyat
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin pada acara Roadshow dan Tabligh Akbar MIUMI di Makassar, bertempat di Masjid Al Markaz Al Islami, Sabtu (30/02/19). (Foto: Instagram @zaitunrasmin_official)

MAKASSAR (Suaramuslim.net) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustaz Dr Muhammad Zaitun Rasmin hadir memberikan pencerahan pada acara Roadshow dan Tabligh Akbar MIUMI di Makassar, bertempat di Masjid Al Markaz Al Islami, Sabtu (30/02/19).

Tujuan Roadshow dan Tabligh Akbar MIUMI ini diadakan di seluruh Indonesia untuk memberikan pencerahan kepada umat perihal hubungan agama dan politik atau negara.

“Mengapa roadshow ini penting diadakan? Karena, umat Islam di Indonesia belum mengenal baik tentang politik,” ungkapnya ustaz Zaitun.

Lebih lanjut, Wasekjen MUI Pusat ini menyampaikan bahwa Islam dan politik tidak boleh terpisahkan.

“Kita harus sepemahaman bahwa politik adalah bagian dari ajaran Islam. Tidak boleh dipisahkan,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam menghadapi pileg dan pilpres tahun ini, umat Islam tidak perlu bingung karena ajaran Islam telah memberikan konsep dalam memilih pemimpin yang ideal.

“Tiga sifat mukmin yang ideal dan memilihnya sebagai pemimpin, pertama adalah melaksanakan salat. Kedua, mengeluarkan zakat, dan ketiga tunduk dan patuh terhadap kekuasaan Allah. Inti dari politik adalah kekuasaan, pemilik kekuasaan sejati adalah milik Allah,” jelasnya.

Baca Juga :  UBN: Bangsa Indonesia Berutang Kepada Ulama

Setiap pemimpin, lanjut ustaz Zaitun, harus memiliki kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kemampuan pemimpin ada beberapa hal. Pertama, mempersatukan rakyat. Kedua, kuat dalam menjaga kedaulatan negaranya. Ketiga, pemimpin harus menjamin kesejahteraan para rakyatnya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Akbar
Editor: Muhammad Nashir

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.