Variasi Olahan Lontong dari Berbagai Daerah di Indonesia

128
Variasi Olahan Lontong dari Berbagai Daerah di Indonesia

Suaramuslim.net – Lontong, salah satu makanan khas Nusantara yang tetap eksis dari generasi ke generasi. Bahan dasar pembuatan lontong terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang dan dikukus selama beberapa jam. Lontong biasanya disajikan dengan dalam bentuk hidangan bervariasi. Masing-masing daerah punya sajian menu makanan khas yang berbahan dasar lontong lho! Simak uraiannya berikut ini.

Lontong Balap

Lontong balap merupakan makanan khas Kota Surabaya. Konon, istilah lontong balap digunakan karena dulu para penjualnya berkeliling sambil memikul kuali berisi kuah lontong yang cukup berat dan bersaing agar cepat sampai di Pasar Wonokromo (pusat penjual lontong balap) sehingga terkesan seperti balapan.

-Advertisement-

Seporsi lontong balap ada lontong, tauge, tahu, lento (kacang tolo yang direndam semalaman kemudian ditumbuk bersama singkong, dibumbui, dikepal dengan tangan lalu digoreng), sate kerang, dan terakhir disiram dengan kuah bening serta bumbu petis.

Lontong Kupang

Di samping lontong balap, Kota Surabaya juga terkenal dengan kuliner kontong kupang lho. Keduanya menggunakan lontong yang dicampuri petis, serta ditambahkan ikan sejenis kerang berwarna putih kecokelatan dan berukuran kecil yang mudah ditemukan di pinggir pantai dan air lumpur asin. Setelah makan lontong kupang, biasanya para pembeli memesan es kelapa muda sebagai penawar jika ada alergi karena makan kupang.

Baca Juga :  Sajian Renyah dari Kulit Sapi

Lontong Kikil

Berbeda dengan sajian dua lontong sebelumnya, lontong kikil tidak memakai petis. Bahan utamanya adalah kikil sapi yang direbus lama sampai empuk kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu tradisional seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, kunyit, jahe, dan sebagainya.

Lontong Mie

Surabaya memang cocok disebut sebagai kota lontong. Bagaimana tidak, belum selesai dengan ketiga vasiasi olahan lontong, Kota Surabaya juga menawarkan menu lontong mie.

Satu porsi lontong mie terdiri dari lontong, mie kuning, tauge, udang, potongan tahu/tempe kemudian disiram kuah bening (seperti kuah lontong balap) dan sambal petis serta ditaburi dengan bawang goreng, seledri, dan krupuk udang.

Lontong Tahu Blora

Di Blora, Jawa Tengah sajian lontong tahu yang terkenal enak. Lontong tahu tidak disajikan dengan kuah, tetapi dengan kacang tanah goreng yang dihaluskan bersama bawang putih, cabe rawit, jeruk nipis, sedikit kencur, dan garam.

Selain itu juga ditambahkan tauge, kol mentah, bawang goreng, kerupuk, dan kecap khas Blora yang bermerk “Cap Kuda Terbang”. Wadah untuk makan pun tidak menggunakan piring, melainkan daun pisang atau daun jati.

Lontong Tuyuhan

Lontong Tuyuhan adalah makanan yang terkenal di wilayah Pantura, tepatnya di Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lontong Tuyuhan hampir mirip dengan opor ayam, karena kuahnya yang berwarna kuning. Hanya saja rasa rempah dari lontong Tuyuhan lebih terasa dan sedikit pedas.

Baca Juga :  Mengenal Es Campur dari Berbagai Negara

Ayam yang digunakan pun ayam kampung yang masih muda sehingga tekstur dagingnya sangat empuk. Selain ayam, ada pula lauk tambahan seperti tempe, usus, dan ati ampela.

Lontong Sayur Betawi

Lontong sayur Betawi (terkadang disebut lontong sayur atau ketupat sayur) adalah makanan khas warga Ibu Kota. Kita dengan mudah menjumpai makanan ini di pedagang kaki lima, hingga restoran mewah di Jakarta.

Lontong sayur Betawi terbuat dari buah pepaya muda (jika tidak ada biasanya diganti dengan labu siam), kacang panjang, irisan tahu/tempe, aneka bumbu tradisional, dan santan. Kuahnya berwarna merah karena biasanya terdapat cabai yang dihaluskan bersama ebi. Penyajiannya bisa ditambah dengan telur rebus, kerupuk, dan bawang goreng.

Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh merupakan produk akulturasi masakan dari budaya peranakan Tionghoa dengan Jawa. Makanan ini biasa dihidangkan pada perayaan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek. Lontong dimakan bersama dengan opor ayam, telur petis, sambal goreng ati, acar, kerupuk dan taburi dengan bubuk kedelai.

Baca Juga :  Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, Haruskah?

Lontong Kari Khas Bandung

Lontong kari khas Bandung merupakan makanan favorit warga Bandung. Lontong kari umumnya memakai daging sapi atau ayam. Kuah karinya kental dengan campuran berbagai bumbu tradisional serta emping, telur rebus, dan perasan jeruk nipis memang membuat ketagihan.

Lontong Sayur Padang

Di Sumatera Barat ada olahan lontong sayur Padang atau orang Padang sendiri menyebutnya lontong saja. Satu porsi lontong sayur Padang berisi kuah yang terbuat dari campuran gulai nangka muda, kacang panjang, sayur buncis, telur ayam rebus atau gulai ayam kemudian ditaburi bawang goreng dan kerupuk ro yang berwarna pink.

Lontong Medan

Tak mau ketinggalan, warga Medan juga punya makanan khas yang terbuat dari lontong. Lontong Medan umumnya disantap pada pagi hari. Dari sekian banyak varian lontong, lontong Medan adalah yang paling banyak isinya dan pembuatannya lebih kompleks. Bagaimana tidak, dalam satu porsi lontong Medan terdapat sayur labu siam, ayam semur santan, bubuk kedela, dan kuah tauco. Bahkan ada yang ditambahi sambal badar (sambal yang terbuat dari teri medan) dan telur balado.

Kontributor: Siti Aisah*
Editor: Oki Aryono

*Lulusan S1 Ilmu Komunikasi Unair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.