Waspada rip current saat liburan di pantai selatan

Suaramuslim.net – Pantai selalu menjadi magnet para wisatawan, baik anak-anak, yang muda maupun yang tua. Menurut ahli psikologis kebutuhan manusia akan air juga menjadi alasan kenapa seseorang rela membayar mahal dan berpanas panas untuk liburan ke pantai. Suara air dan alam dapat membuat manusia lebih rileks dan mudah tidur.

Pemerintah yang mempunyai pantai bekerjasama dengan pengusaha mempercantik pantai agar semua orang senang datang ke pantai. Pemerintah mempersiapkan infrastruktur jalan utama berdekatan dengan pantai seperti Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa.

Beberapa tahun ini pantai selatan Pulau Jawa – Bali – Lombok menjadi jujugan para wisatawan. Bahkan beberapa kawasan dibuat jalan tembus dengan memotong bukit agar bisa segera melihat pantai seperti di Pantai Pandawa Bali dan Pantai On The Rock Drini Gunungkidul.

Menurut banyak ahli kelautan seluruh pantai yang memiliki gelombang pecah, terutama di pantai yang menghadap ke laut lepas, bisa memicu munculnya arus rip. Pantai-pantai di Indonesia sebagian besar mempunyai unsur pembentuk arus rip.

Rip Current merupakan arus yang gerakannya berarah tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini muncul berawal dari gelombang yang datang dari arah laut menuju pantai dan kembali ke arah laut.

Arus ini sering terjadi di daerah sempit seperti di pantai yang terdapat endapan gumuk pasir, teluk, atau dermaga. Arus ini berbahaya karena dapat menyeret orang ke tengah laut. Bahkan dapat menyeret perenang terkuat sekalipun (Gambar).

Pemerintah dan pengelola pantai menyiapkan penjaga pantai dan memasang tanda-tanda adanya rip current tersebut. Walau begitu masih banyak wisatawan yang terseret rip current, seperti pada Tahun 2022 akhir sebanyak 11 orang anggota dari Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara yang sedang ritual di pantai, dilaporkan meninggal dunia terderet ombak di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.

Mei 2023 di pantai Panjang Kota Bengkulu kembali menimbulkan korban jiwa, setidaknya ada enam orang wisatawan yang berasal dari Palembang digulung ombak. Mei 2024 ada dua korban terseret arus di Pantai Saba Gianyar ditemukan meninggal dunia.

Awal tahun 2025 terjadi lagi, ada empat orang dari 13 siswa SMPN 7 Mojokerto, Jawa Timur, tewas terseret ombak saat berwisata di Pantai Drini, Gunung Kidul, DIY, Selasa 28 Januari 2025. Penjaga pantai mengingatkan siswa tersebut agar tidak berenang di area rip current.

Selasa 16 Juni 2026 tiga santri asal Ponpes Muhammadiyah Markas Quran Kediri, dilaporkan terseret ombak saat bermain air di Pantai Pangi Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Dua orang santri berhasil diselamatkan, sedangkan satu ditemukan meninggal dunia.

Saat ini musim liburan anak sekolah dan sebentar lagi mahasiswa juga liburan, maka kawasan pantai akan kebanjiran rombongan wisatawan. Mengingat jumlah penjaga pantai tidak sebanding dengan jumlah wisatawan maka sangat diharapkan setiap wisatawan sudah mengenal tentang rip current dan tahu apa yang akan dilakukan.

Untuk mengenali arus ini bisa melihat tanda tanda sebagai berikut : (1) terlihat lebih tenang; terlihat sangat tenang atau tanpa buih putih di antara gulungan ombak, (2) warna air berbeda, air di jalur ini biasanya lebih keruh, kecoklatan (karena mengangkat sedimen), atau justru tampak lebih biru/jernih karena kedalamannya, (3) adanya benda mengapung menuju ke tengah laut, sering terlihat puing-puing atau buih yang terseret dengan cepat menjauhi pantai.

Satu hal yang juga perlu diketahui, rip current ini sering dipakai nelayan menuju ke laut.

Saat ini telah terjadi perubahan iklim sehingga gelombang pasang bisa sangat tinggi. Otomatis rip current juga akan lebih kuat. Sebelum berangkat ke kawasan pantai bisa mendengarkan pengumuman gelombang pasang dari BMKG.

Amien Widodo
Peneliti senior di Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.