Jangan hanya dirimu yang berhijrah

Hijrahku, Perginya Temanku dan Marahnya Saudaraku

Suaramuslim.net – Tahun baru Hijriah selalu datang membawa pertanyaan yang sama. Sudah sejauh mana perjalanan hidup kita berubah?

Banyak di antara kita yang memahami hijrah sebagai perpindahan diri. Dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dari yang lalai menjadi lebih taat. Dari yang jauh dari Allah menjadi lebih dekat kepada-Nya.

Tentu itu benar.

Namun semakin saya merenungkan firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6, semakin saya merasa bahwa makna hijrah sesungguhnya jauh lebih luas.

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Ayat ini tidak hanya berbicara tentang diri kita. Tidak hanya berbicara tentang keluarga kita. Ayat ini berbicara tentang amanah. Tentang segala sesuatu yang Allah titipkan kepada kita.

Karena pada hakikatnya, hidup ini adalah kumpulan amanah. Tubuh yang kita miliki adalah amanah. Keluarga yang kita cintai adalah amanah. Harta yang kita kumpulkan adalah amanah. Jabatan yang kita emban adalah amanah. Ilmu yang kita kuasai adalah amanah.

Bisnis yang kita jalankan adalah amanah. Organisasi yang kita pimpin adalah amanah. Bahkan rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita gunakan, serta teknologi yang setiap hari berada dalam genggaman kita juga merupakan amanah.

Karena itu saya sering bertanya kepada diri sendiri. Jika saya diperintahkan menjaga diri dan keluarga dari api neraka, lalu bagaimana dengan semua amanah lain yang Allah percayakan kepada saya?

Apakah semuanya sedang bergerak menuju surga? Ataukah sebagian justru sedang bergerak ke arah yang sebaliknya?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan pada zaman sekarang.

Sebab di era digital, sebuah telepon genggam dapat menyebarkan kebaikan kepada jutaan orang. Namun alat yang sama juga dapat menyebarkan fitnah, kebencian, pornografi, hoaks, dan berbagai bentuk kemaksiatan dalam hitungan detik.

Sebuah laptop dapat menjadi sarana dakwah, pendidikan, penelitian, dan kemajuan peradaban. Tetapi laptop yang sama juga dapat digunakan untuk menipu, memfitnah, mencuri, merusak, dan menyesatkan.

Karena itu mungkin sudah saatnya kita bertanya: Apakah HP kita sudah berhijrah? Apakah laptop kita sudah berhijrah? Apakah media sosial kita sudah berhijrah?

Jangan-jangan pemiliknya sudah rajin ke masjid, tetapi perangkat yang dimilikinya masih sibuk mengumpulkan jejak yang akan memberatkan dirinya di hadapan Allah.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan pentingnya menjaga lisan. Karena lisan dapat menjadi sebab keselamatan sekaligus sebab kebinasaan manusia.

Pada zaman sekarang, media sosial sering kali menjadi perpanjangan lisan kita. Jari-jari kita menulis apa yang dahulu diucapkan oleh lidah. Bahkan dampaknya bisa jauh lebih besar dan lebih luas.

Muharram tahun ini mengajak kita melakukan hijrah yang lebih menyeluruh. Bukan hanya hijrah diri. Tetapi hijrah keluarga. Hijrah harta. Hijrah jabatan. Hijrah bisnis. Hijrah organisasi. Hijrah ilmu. Hijrah rumah. Hijrah teknologi.

Dan hijrah seluruh amanah kehidupan menuju ridha Allah SWT.

Dalam serial ini, kita akan bersama-sama merenungkan berbagai pertanyaan penting: Apakah diri kita sedang menuju surga? Apakah keluarga kita sedang menuju surga? Apakah harta kita sedang menuju surga? Apakah jabatan kita sedang menuju surga? Apakah bisnis, organisasi, ilmu, rumah, bahkan HP dan laptop kita juga sedang menuju surga?

Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin terasa sepele. Tetapi jawaban atas pertanyaan itulah yang menentukan arah akhir perjalanan hidup kita.

Karena hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar berpindah tempat. Hijrah yang sesungguhnya adalah mengubah arah. Dari jalan yang mengundang murka menuju jalan yang menghadirkan rida. Dari jalan menuju neraka menuju jalan menuju surga.

Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

SERIAL MUHARRAM 1448 H: HIJRAH MENUJU SURGA
Episode Pembuka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.