Aa Gym: Kampanye Itu Amal Saleh

18
Aa Gym Kampanye Itu Amal Saleh
Aa Gym (Foto: Rakyatjakarta)

Jakarta (Suaramuslim.net) – K.H. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberikan beberapa pesan kepada para pejabat dan politisi Indonesia yang akan berkontestasi dalam pilkada serentak 2018. Hal ini ia sampaikan dalam acara 10 tahun tvOne dengan tema “Memelihara Persatuan di Tahun Politik” pada Rabu malam (14/2)

Menurut Aa Gym, kampanye jangan terlalu jor-joran takutnya tidak balik modal. Kalau ditakdirkan Allah jadi pemimpin pasti akan terpilih. Sehingga tugas calon pemimpin adalah beramal saleh melalui kampanye.

“Jadi kampanye itu amal saleh, pilkada itu amal saleh, perkara siapa yang jadi pemenang tidak akan tertukar. Kita sudah lihat di Jakarta misalnya, yang modalnya besar kalau tidak ada takdirnya tidak jadi pemimpin. Makanya yang paling penting, masa kampanye itu masa amal saleh. Jangan bohong, jangan janji palsu, jangan tipu menipu, jangan jatuhkan orang, santai saja”, ujarnya yang kemudian disambut tawa riuh dari hadirin.

Selain memberi pesan kepada politisi dan calon pemimpin, Aa Gym juga berpesan untuk masyarakat sebagai pemilih agar dewasa menyikapi perbedaan dan tidak berpecah belah.

“Bagi para pemilih juga harus siap berbeda pendapat. Kita harus ingat bahwa berbeda pilihan itu bukan selalu identik dengan musuh”, paparnya.

Aa Gym melanjutkan, “Saya juga berharap para kandidat berperan untuk mendewasakan masyarakat. Jangan sampai sibuk ingin dirinya terpilih, kalau terpilih juga belum tentu adalah yang terbaik. Jadikan ajang kampanye sebagai wahana untuk mendidik, mendewasakan masyarakat. Anda menang atau tidak menang, hakikatnya sudah menang karena terlibat mendewasakan masyarakat”.

Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Bandung ini menutup pesannya agar para pemimpin bisa menjadi bagian dari solusi, jangan malah menjadi masalah. Pemimpin seharusnya memberi keteladanan, jujur, tulus dan all out, agar sebagai bangsa bisa hidup bahagia.

“Pangkat jabatan dan popularitas itu hanya casing, saya khawatir kita lebih sibuk dengan casing daripada isi, akhirnya riweuh, tidak dewasa karena bangsa casing”, pungkasnya.

Reporter : Muhammad Nashir
Editor : Eko Aryono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here