ACT berikan bantuan sembako untuk ODP Covid-19
ACT Jatim distribusikan bantuan sembako untuk masyarakat isolasi mandiri ODP Covid-19 di Surabaya

SURABAYA (Suaramuslim.net) – Covid-19 masih menjadi momok bagi masyarakat, khususnya Surabaya yang merupakan kota dengan kasus tinggi di Indonesia. Beberapa masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) ataupun Pasien dalam Pantauan (PDP) harus melakukan isolasi.

Sebagian pasien yang memiliki penyakit bawaan harus diisolasi di rumah sakit, namun tidak jarang pulang pasien positif tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Ini bukanlah hal mudah, mengingat ketika seseorang harus diisolasi secara mandiri, berarti dia sudah tidak diperbolehkan lagi melakukan aktivitas di luar rumah, beruntung bagi mereka yang bisa membawa pekerjaan pulang ke rumah, atau biasa kita sebut dengan work from home (WFH), namun tidak sedikit pasien yang harus mengisolasi diri dan tanpa ada penghasilan.

Peduli dengan hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur bergerak mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat ODP ataupun PDP Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri pada Selasa (23/6).

Beberapa masyarakat yang menerima manfaat adalah warga Putat Jaya. Dalam satu kawasan RT 03 terdapat 2 keluarga dengan total 8 orang yang dinyatakan positif Covid-19, beberapa harus dibawa ke rumah sakit, dan sebagian besar harus melakukan isolasi mandiri lantaran mereka positif tanpa gejala.

Salah satu pasien menyebutkan bahwa keluarganya kemungkinan terpapar Covid-19 akibat tertular dari suami lantaran sang suami bekerja sebagai anggota polisi yang bertugas menjaga perbatasan kota Surabaya saat menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Total sudah lebih dari dua pekan kami isolasi mandiri di rumah, cukup membosankan juga, tapi kami bersyukur lantaran banyak yang peduli kepada kami, dan kami juga bersyukur karena melihat di luar sana banyak yang keadaannya yang lebih susah dari kami,” ujar wanita berinisial Y (37).

“Di rumah total ada enam orang yang dinyatakan positif yakni ibu, saya, suami, dan ketiga anak saya. Tapi suami saya pekan lalu sudah dinyatakan sembuh dan sekarang untuk sementara pisah rumah dengan kami,” pungkasnya.

Selain Y, ada satu keluarga lagi yang dinyatakan positif Covid-19. Total terdapat tiga anggota keluarga yang dinyatakan positif, yakni sepasang suami istri dan satu anaknya.

Ketiganya mengalami gejala Covid-19 setelah pulang dari kumpul keluarga besar saat lebaran. Dan total sudah dua pekan keluarga ini menjalani isolasi mandiri.

Menyusul ada beberapa anggota warganya yang dinyatakan positif Covid-19, ketua RT 03 Putat Jaya, Sarbani (48) memperketat akses masuk ke dalam kampungnya, dan menerapkan kebijakan isolasi mandiri untuk seluruh warga.

“Setiap warga dilarang keluar jika tidak terlalu ada kepentingan mendesak, dan akan disemprotkan disinfektan ketika kembali pulang. Selain itu beberapa protokol kesehatan untuk warga juga kami terapkan, seperti wajib mengenakan masker, menjaga jarak antar warga, dan rajin mencuci tangan,” jelasnya.

Menyikapi adanya warganya yang harus diisolasi di rumah secara mandiri, Sarbani menyebutkan jika warganya senantiasa berusaha memberikan dukungan secara moril kepada pasien, seperti mengingatkan untuk berolahraga, dan senantiasa berpikir positif agar proses pemulihan dan penyembuhan bisa lebih cepat.

“Mereka harus senantiasa kita dukung, seperti kalau pagi kita ingatkan untuk berolahraga. Dan alhamdulillah warga sini tidak ada yang mengucilkan warga yang diisolasi,” ujarnya.

Sarbani juga menuturkan rasa terima kasihnya kepada pihak ACT yang telah memberikan bantuan pangan kepada warganya yang harus melakukan isolasi mandiri.

“Saya selaku perwakilan warga Putat Jaya mengucapkan terima kasih atas bantuan pangan yang diberikan ACT kepada warga kami. Dan insya Allah bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga kami,” pungkasnya.

Reporter: Chamdika Alifa
Editor: Muhammad Nashir
Copyright © 2020 suaramuslim.net

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.