Adab-Adab Bepergian Jauh (Safar), Traveler Muslim Harus Tahu!
Ilustrasi travel bag (Ils: Freepik)
Suaramuslim.net – Safar adalah keluar dari tempat tinggal untuk melakukan perjalanan yang jauh. Saat safar atau bepergian jauh ini, seorang muslim hendaknya memperhatikan adab-adabnya. Di antaranya:

  1. Mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala
  2. Berbekal yang halal

Bekal perjalanan haruslah harta yang halal, karena harta haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa dan akan mendatangkan murka Allah.

“Sesungguhnya Allah Dzat Yang Maha Baik dan ia hanya menerima yang baik.” (HR Muslim)

  1. Menulis wasiat

Disunnahkan bagi yang akan safar untuk menulis wasiat (hak-haknya yang ada pada orang lain dan kewajiban-kewajibannya yang belum ditunaikan).

“Seorang muslim yang mempunyai sesuatu yang ingin diwasiatkan, maka ia sudah harus menulis wasiatnya bila ingin menginap/safar dua malam.” (HR Bukhari dan Muslim)

  1. Mencari teman yang baik

Orang yang akan bepergian dianjurkan untuk tidak bepergian seorang diri tanpa ada yang menemani. Untuk itu hendaklah mencari teman yang  baik, agar terjaga dari berbuat kesalahan selama dalam perjalanan, “Seandainya orang mengetahui bahaya dalam kesendirian sebagaimana yang aku ketahui, niscaya tidak akan ada orang yang melakukan perjalanan sendirian pada waktu malam hari.” (HR Bukhari)

  1. Berpamitan
Baca Juga :  Aachen, Kota Kecil yang Menjadi Saksi Bisu Perjuangan BJ Habibie

Disunnahkan bagi orang yang hendak bepergian untuk berpamitan kepada kerabat dan tetangganya.

“Barang siapa yang akan mengadakan perjalanan, hendaklah mengatakan kepada orang yang akan ditinggalkan : ’aku titipkan kalian kepada Allah, Dzat yang tidak menyia-nyiakan titipan yang dipasrahkan kepada-Nya.’ (HR Ahmad)

Bagi yang dipamiti mendoakan :

“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu dan memudahkanmu untuk  melakukan kebaikan di manapun engkau berada.” (HR Tirmidzi)

  1. Berdoa ketika keluar dari rumah, mau berangkat dan singgah di suatu tempat
  2. Disunnahkan memilih ketua rombongan

“Jika ada 3 orang yang mengadakan perjalanan, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin.” (HR Abu  Daud)

  1. Disunnahkan bertakbir ketika melewati jalan naik

“Ketika kami melewati jalan naik kami bertakbir, dan apabila kami melewati jalan turun kami bertasbih.” (HR Bukhari)

  1. Memperbanyak doa dalam perjalanan

“Ada tiga doa yang dikabulkan tanpa perlu diragukan yaitu: doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang safar dan doa orang tua atas anaknya .” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

  1. Ber-amar ma’ruf nahi munkar

“Demi Dzat yang waktu berada ditanganNya, kalian semua melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar atau kalau tidak Allah akan menimpakan siksa-Nya kepada kalian, setelah itu kalian berdoa kepada-Nya namun dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  1. Berakhlak mulia
Baca Juga :  8 Adab Safar bagi Seorang Muslim

“Orang mukmin yang paling sempurna imanya adalah yang paling sempurna akhlaknya.” (HR Abu Daud)

  1. Menolong yang kesulitan

“Barang siapa yang mempunyai kelebihan kendaraan, maka hendaklah ia berikan kepada yang tidak mempunyai kendaraan dan barang siapa yang mempunyai kelebihan bekal, maka hendaklah ia memberikan kepada yang tidak mempunyai bekal.” (HR Muslim)

  1. Segera kembali setelah urusan selesai

“Safar merupakan siksaan, karena menghalangi seseorang untuk bisa menikmati makan, minum dan tidur. Maka jika di antara kalian telah menyelesaikan keperluanya, hendaklah segera kembali ke keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

  1. Tidak langsung masuk rumah di malam hari

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang laki-laki yang baru datang bepergian untuk memasuki rumahnya pada malam hari dengan maksud mencari-cari kesalahan atau kekurangan.” (HR Muslim)

  1. Melaksanakan sholat dua rakaat

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika datang dari perjalanan mendatangi masjid terlebih dahulu lalu melaksanakn shalat 2 rakaat.”  (HR Bukhari dan Muslim)

  1. Disunnahkan membawa oleh-oleh

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena hal itu akan membuat kalian saling mencintai.” (HR Baihaqi)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.