Nabi Adam AS, Makhluk Spesial Allah SWT

Suaramuslim.net – Nabi Adam ‘alaihis salam merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah subhanahu wa ta’ala. Ia diciptakan melalui tahap yang sangat sempurna. Setidaknya para ulama meringkas ada tiga proses penciptaan nabi pertama ini.

Pertama, dari segenggam tanah, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yaitu Dia ciptakan kamu dari tanah, kemudian kamu menjadi manusia yang berkembang biak.” (QS Ar-Rum: 20).

Kedua, tanah liat yang basah. Dalam tahap ini Allah mulai membentuk penciptaan Nabi Adam alaihis salam dengan sempurna. “(Ingatlah) saat Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sungguh Aku akan ciptakan manusia dari tanah (liat).” (QS. Shad: 71).

Ketiga, tanah kering/keras. Setelah sempurna dalam pembentukan, penciptaan Nabi Adam alaihis salam melalui tahap terakhir ini sebelum ditiupkan ruh. “Sungguh Kami ciptakan manusia (Adam) dari tanah liat yang mengering dari lumpur hitam yang dibentuk.” (QS. Al-Hijr: 28).

Jauh sebelum penciptaan Nabi Adam ‘alaihis salam, Allah subhanahu wa ta’ala telah mendeklarasikan bahwa, Dia akan menciptakan khalifah/pengganti atau wakil di bumi. Makhluk tersebut diberikan keistimewaan berupa ilmu atau nama-nama apa pun di bumi yang tidak diketahui para malaikat. Dengan kelebihan itulah Allah memerintahkan malaikat bersujud kepada Nabi Adam, manusia pertama. Sujud yang dititahkan Allah bukanlah sujud penyembahan, melainkan sujud penghormatan.

Tatkala semua malaikat menaati perintah Allah, Iblis justru enggan dan berpaling. Ia merasa lebih baik dari Nabi Adam sebab ia diciptakan dari api, sedangkan Nabi Adam dari tanah. “Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk tubuhmu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kepada Adam,” lalu mereka bersujud kecuali Iblis. Ia tidak termasuk dari mereka yang bersujud. (Allah) bertanya, “Apa yang membuatmu (Iblis) tidak mau bersujud (kepada Adam) saat Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 11-12).

Kesombongan Iblis yang melatarbelakangi sikap durhaka kepada Allah itulah yang menjadi faktor utama ia diusir dari surga dan menjadikannya hina di mata Allah dan terlaknat selamanya. Surga hanya diperuntukkan bagi hamba-hamba Allah yang rendah hati/tawadhu.

Ibnul Qoyyim menjawab pertanyaan yang mungkin membuat kita penasaran, apakah Iblis juga mendapatkan perintah sujud kepada Nabi Adam seperti malaikat? Ulama yang populer dengan karya-karya fenomenalnya itu berpendapat, dulu Iblis tinggal bersama malaikat dan diserupakan dengan malaikat meskipun asal penciptaan keduanya berbeda. Iblis dari api, malaikat dari cahaya. Oleh karena itu, Iblis juga mendapatkan perintah menghormati Nabi Adam seperti halnya malaikat.

Kisah di atas memberikan kita pelajaran yang sangat berharga, setinggi apa pun kedudukan yang kita peroleh, sebanyak apa pun harta yang kita dapatkan, sehebat apa pun ilmu yang kita kuasai, sikap rendah hati harus tetap selalu menghiasi diri kita. Orang yang rendah hati akan selalu ditinggikan kedudukannya di sisi Allah dan orang yang sombong akan dihinakan oleh Allah, demikianlah salah satu hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.